25 radar bogor

Jangan Panik, Stok Beras di Kota Bogor Katanya Aman Menurut Data DKPP

Beras
Sejumlah warga mengantri untuk membeli beras saat pelaksanaan Pasar Murah Beras SPHP Bulog (Bulog Siaga) bersama Bulog dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di komplek perumahan Cimanggu Barata , kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat,(23/2/ 2024) foto : Sofyansyah /Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor memastikan ketersediaan atau stok beras di Kota Bogor hingga akhir Februari 2024 ini aman.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Bogor Soni Gumilar menuturkan, posisi ketersediaan stok beras pada Januari 2024 sebanyak 2.551 ton. Kondisi itu disebutnya dalam posisi yang aman.

“Stok beras di Kota Bogor sebanyak 2.551,81 ton. Dari sisi ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih memadai,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Senin (26/2/2024).

Sementara itu, beras yang tersedia di Bulog saat ini masih ada sebanyak 6910 ton. Beras tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan masyarakat.

“Beras sebanyak ini untuk kebutuhan memenuhi penyaluran bantuan pangan, yang sudah disalurkan tahap bulan Februari sudah ke sebanyak 191,33 Ton untuk 19.138,” terangnya.

Baca juga: Duh, Warga Bogor Kena PHP Soal Bantuan Beras yang Disalurkan Pemerintah

Soni menjelaskan, berdasarkan pantauannya, pasokan beras di Kota Bogor dipenuhi oleh wilayah Karawang, Subang, Indramayu, Sulawesi, dan Medan.

Sementara itu catatan Bidang Pertanian DKPP Kota Bogor menunjukkan, kemampuan produksi lokal beras di Kota Bogor hanya sebanyak 1.171 ton per tahun.

Untuk menangani persoalan kelangkangkaan dan tingginya harga beras, Pemerintah Kota Bogor bersama Bulog menjajakan beras dengan harga murah lewat Program Bulog Siaga di 14 kelurahan.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDagin), Firdaus mengatakan, program itu sudah diselenggarakan sejak tanggal 20 Februari 2024 dan akan berlangsung hingga Bulan Maret 2024.

“Dalam program ini per harinya, kami menyediakan 300 karung stok beras SPHP berukuran 5 kilogram (Kg), 100 karunh beras premium, 300 Kg gula pasir, dan 200 Kg tepung. Untuk harga tentunya lebih murah selisihnya dengan harga pasaran sangat jauh dan alhamdulillah selalu habis,” ucap Firdaus.

Ia menyebut, kondisi stok beras di pasar tradisional masih banyak, meskipun harga jualnya tergolong mahal. Firdaus mengatakan kondisi tersebut terjadi lantaran kondisi cuaca buruk sehingga berdampak pada produksi beras. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari