25 radar bogor

Cegah Kelangkaan Beras, Begini Cara Pemkab Bogor Atasi Masalah Itu

beras
Warga antre bansos beras di Kantor Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor Sabtu (24/2/2024).

CIBINONG-RADAR BOGOR, Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menyebut, pihaknya saat ini tengah berupaya untuk memastikan kelangkaan beras tidak terjadi di wilayahnya.

Mengatasi kelangkaan beras itu, mereka telah melakukan sejumlah hal, seperti gerakan pangan murah (GPM), dan pemberian bantuan ke masyarakat.

“Gerakan pangan murah sudah 3 kali kami lakukan, agar mencegah kelangkaan beras,” katanya kepada Radar Bogor, Senin (26/2/2024).

Adapun bantuan pangan, kata Asep, Pemkab bekerja sama dengan pemerintah pusat lewat Bulog. Mereka mendistribusikan bantuan pangan 10kg per jiwa. Saat ini, bantuan tersebut sudah menjangkau 400 ribu orang.

Baca juga: Segini Stok Beras di Gudang Bulog Dramaga Bogor

“Bulog juga sudah berupaya mendistribusikan beras ke distributor ke para pedagang, khususnya yang memiliki legalitas dan mendapatkan rekomendasi dinas perdagangan maupun dinas ketahanan pangan,” ujarnya.

Selain itu bantuan juga diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ada 19 kecamatan yang menjadi sasaran bantuan, setiap jiwa diberikan 250g per jiwa/hari.

“Bantu ini diberikan sekitar 30 sampai dengan 60 hari,” sebutnya.

Menurutnya bantuan ini merupakan usaha yang bisa mereka lakukan dalam upaya meredam kenaikan harga. Selain itu di pasar juga akan terus dipantau agar bisa dibuat stabil harganya.

“Terpenting itu kami lakukan survei-survei di pasar agar ketersediaan tetap ada walaupun memang harganya masih cenderung tinggi,” ungkapnya.

Terkait asal beras yang disalurkan, dia menyebut, berasal dari Bulog, dibantu oleh Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) lokal, yang ada di Kabupaten Bogor.

Namun, kata dia, beras Gapoktan ini cenderung terbatas akibat gagal panen. Sehingga berpotensi menyebabkan kelangkaan beras.

“Beras dari Gapoktan itu pasti yang bagus pasti enak karena produksinya kita sendiri, hanya pasokannya kurang jadi stoknya terbatas, nanti jadi kelangkaan beras juga,” katanya. (rp1)

Penulis: fikri
Editor: Rany Puspitasari