25 radar bogor

Ngeyel! Disdik Blokir Rekening BOSP dan Cabut Izin SMP Swasta di Cijeruk yang Lakukan KBM Fiktif

Penampakan sekolah swasta yang diduga melakukan KBM fiktif di Kabupaten Bogor.

CIJERUK-RADAR BOGOR, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akhirnya mengambil langkah tegas terhadap SMP Tekhnology 25, sekolah swasta yang lakukan KBM fiktif.

Selain memblokir rekening Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Disdik juga akan mencabut izin operasional sekolah yang melanggar akibat KBM fiktif itu.

Tindakan tegas terhadap sekolah yang lakukan KBM fiktif itu, diamini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Bambang Tawekal.

“Disdik sudah memblokir rekening BOSP dari sekolah tersebut. Bahkan kita juga sudah perintahkan untuk mengembalikan dana BOS yang tidak sesuai dapodik dan diduga tidak ada KBM,” ujarnya, Senin (20/2).

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) untuk mencabut izin operasional sekolah swasta yang berada di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk itu.

Baca juga: Penuhi Panggilan Disdik, Kasus KBM Fiktif SMP Swasta di Cijeruk Bogor Masih Didalami

“Dan kita juga sedang berkoordinasi dengan DPMPTSP untuk pencabutan izin operasional sekolah itu. Itu setelah kami memanggil pihak yayasan dan kepala sekolah beberapa waktu lalu,” jelas Bambang.

Menurutnya, Disdik juga sampai membentuk tim khusus untuk menangani kasus KBM fiktif di sekolah tersebut. Sebab, SMP tersebut dinyatakan telah menerima dana BOS rutin setiap tahun senilai Rp. 74 juta.

“Kita sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini, dan ini masih terus berproses,” kata Kadisdik itu.

Dia juga menegaskan, tidak akan memberikan toleransi bagi setiap satuan pendidikan yang berpotensi merugikan negara, seperti lakukan KBM fiktif.

“Saya juga cukup kesal dengan sekolah lakukan KBM fiktif ini, karena yang bersangkutan cukup ngeyel. Mereka katanya mau menyiapkan surat pertanggung jawaban, tetapi saya tidak akan percaya begitu saja,” tukasnya.(cok)

Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari