25 radar bogor

Atasi Sampah, Tim KKN-T Inovasi IPB Rancang Program BERSERI di Desa Babakan Bogor

KKN-T
Kegiatan Program Kerja BERSERI KKN-T Inovasi IPB, Pelatihan Pembuatan Ekoenzim.

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebanyak 10 mahasiswa IPB University melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi atau KKN-T Inovasi di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, 18 Desember 2023 sampai dengan 30 Januari 2024.

Baca Juga : KKNT Inovasi Mahasiswa IPB University 11 Desa di Cianjur Rampung, Ini Hasilnya

Berdasarkan diskusi dengan perangkat desa serta RT/RW setempat, Desa Babakan menghadapi permasalahan berupa pengelolaan sampah yang belum maksimal.

Sampah mengalami penumpukan karena sampah tidak lagi dapat ditampung di lahan tempat pembuangan sampah (TPS) yang sempit.

Maka dari itu, peserta KKN-T Inovasi IPB University merancang program unggulan yaitu BERSERI (Babakan Bersih dan Asri).

BERSERI merupakan rangkaian kegiatan yang terbagi menjadi dua, yaitu Pelatihan Pembuatan Ekoenzim dan Pelatihan Pembuatan Ecobrick. Program BERSERI bekerja sama dengan Komunitas Ecobrick Bogor sebagai narasumber kegiatan.

Pelatihan Pembuatan Ekoenzim dilaksanakan pada Sabtu (06/01/2024) bertempat di Sekretariat RW 07 Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai sampah dan ekoenzim secara umum. Pemaparan materi disampaikan oleh Aang Hudaya, S.Pt., CPLM, CPGAM.

Pada materi tersebut disampaikan bahwa ekoenzim kaya akan manfaat. Tidak hanya digunakan sebagai pupuk organik, ekoenzim dapat digunakan sebagai substitusi sabun mandi, sampo, bahkan dapat digunakan sebagai penawar luka luar.

Kemudian, dilakukan demonstrasi pembuatan ekoenzim menggunakan sampah organik berupa kulit buah-buahan yang dipraktikkan oleh seluruh peserta pelatihan.

Tidak hanya itu saja, masyarakat yang berpartisipasi dapat membawa pulang ekoenzim yang telah dibuat dan menunggu selama 3 bulan hingga ekoenzim dapat digunakan.

Rangkaian BERSERI berikutnya yaitu Pelatihan Pembuatan Ecobrick yang dilaksanakan pada Sabtu (13/01/2024). Kegiatan tersebut juga dilaksanakan di Sekretariat RW 07 Desa Babakan.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi mengenai sampah plastik yang dijelaskan oleh Bapak Wahono, S.Stat.

Setelah itu, peserta KKN-T Inovasi menyiapkan bahan-bahan berupa sampah plastik yang sudah dibersihkan terlebih dahulu, botol plastik bekas berukuran 600 gram, dan stik kayu sebagai alat-alat pembuatan ecobrick.

Baca Juga : IPB University Bogor Tekan Kerja Sama Bidang Bioteknologi dengan Osaka University, dari Pertukaran Mahasiswa hingga Dirikan Konsorium

Kemudian, masyarakat desa melakukan demonstrasi pembuatan ecobrick dengan cara memasukkan sampah plastik tersebut ke dalam botol hingga padat menggunakan stik kayu. Masyarakat yang berpartisipasi dapat membawa pulang ecobrick yang telah dibuat.

Ecobrick dapat dimanfaatkan apabila dibuat dalam jumlah yang banyak. Salah satu contoh dari produk hasil penggabungan ecobrick yaitu bangku. (*)

Editor : Yosep