25 radar bogor

Antisipasi Suara Disalahgunakan, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto Minta Warga Jangan Golput!

Petugas KPPS
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta Pemkot Bogor menyediakan Nakesling untuk memantau kesehatan petugas KPPS.

BOGOR-RADAR BOGOR, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengajak masyarakat meluangkan waktunya, untuk ikut dalam pemungutan suara pada 14 Februari 2024, besok.

Ajakan itu dilakukan Ketua DPRD Kota Bigor, mengantisipasi adanya suara orang yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Ketua DPRD Kota Bogor itu, ada 34,75 juta orang yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput) dalam Pemilu 2019.

Jumlah itu setara dengan 18,02% dari seluruh daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, yang sebanyak 192,77 juta orang.

Baca juga: DPRD Sebut Wacana Trem di Kota Bogor Dipaksakan, Nilai Dishub Tak Punya Arah dan Prioritas Atasi Transportasi

Meski jumlah pemilih golput pada Pemilu 2019 menurun 40,69% dibandingkan periode sebelumnya, pada Pemilu 2014, jumlah pemilih golput mencapai 58,61 juta orang atau 30,22%.

Berdasarkan wilayahnya, Jawa Barat menjadi provinsi yang penduduknya paling banyak tidak menggunakan hak pilih.

Jumlahnya tercatat sebanyak 5,8 juta jiwa atau 17,43% dari total pemilih di Jawa Barat.

Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor mencatat naiknya angka partisipasi pemilih di Kota Bogor, pada Pemilu 2019 dibandingkan dengan Pemilu 2014.

Yakni mencapai tujuh persen dari 79 persen pada 2014 menjadi 86 persen pada tahun 2019.

Ketua DPRD Kota Bogor menjelaskan, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih, tercatat yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) ada sekitar 615.000 pemilih.

Atang berusaha meyakinkan kepada seluruh warga Kota Bogor yang sudah memiliki hak suyara untuk menentukan masa depan Indonesia ke depan.

“Jangan ada satu pun yang golput. Ajak semua saudara-saudara berbondong-bondong ke TPS,” kata Atang.

Menurut dia, keputusan untuk tidak menggunakan hak suara bukan merupakan pilihan yang tepat.

Sebab, dukungan dari para pemilih tentunya untuk bisa melanjutkan pembangunan 5 tahun ke depan.

“Golput itu bukan pilihan!,” tegas Atang.

Atang juga mendorong KPU Kota Bogor agar terus semangat untuk mengajak masyarakat, memberikan partisipasi suaranya pada Pemilu 2024.

Disisi lain, Ketua DPRD Kota Bogor mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor yang membuka layanan perekaman dan cetak e-KTP pada hari libur.

Baca juga: KPU Kota Bogor Tegaskan Warga yang Belum Pindah TPS, Tak Bisa Nyoblos di Luar Alamat KTP

Apalagi, targetnya adalah pelayanan rekam dan cetak e-KTP bagi pemula yang berusia 17 Tahun atau yang akan berusia 17 tahun pada tahun 2024.

“Ini merupakan langkah yang tepat untuk bersama-sama berkolaborasi meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat,” ucapnya.

Layanan Disdukcapil sendiri akan berlangsung hingga hari Pemilu atau di tanggal 14 Februari 2024.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Bogor menjelaskan, berdasarkan catatan Disdukcapil Kota Bogor memprediksi jumlah pemilih pemula dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Kota Bogor mencapai 18.105 orang.

”Sehingga pemilih pemula ini memiliki hak pilih secara khusus untuk datang ke TPS,” tandas Ketua DPRD Kota Bogor.(ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari