25 radar bogor

Viral! Film Dokumenter Dirty Vote, TKN Prabowo-Gibran Sebut Berisi Fitnah

TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman menanggapi soal film dokumentar Dirty Vote yang viral.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, teguran yang diberikan oleh Prabowo Subianto terhadap Fadli Zon bukanlah bentuk pembungkaman kader yang kritis terhadap pemerintah. (Hendra Eka/Jawa Pos)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Publik dibuat heboh dengan kemunculan Film Dokumenter Dirty Vote. Film yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono itu, diperankan tiga ahli hukum tata negara.

Baca Juga : Heboh! Film Dokumenter Dirty Vote, Diperankan Tiga Ahli Hukum. Ungkap Kecurangan Pemilu!

Yaitu, Dr Bivitri Susanti dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Dr Feri Amsari dari Universitas Andalas, dan Dr Zainal Arifin Mochtar dari UGM.

Film Dirty Vote berisi tentang kritik atas sistem demokrasi dan Pemilu di Indonesia untuk kondisi terakhir khususnya jelang Pemilu 14 Pebruari 2024.

Namun menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman, film Dirty vote yang berdurasi 1 jam 57 menit itu berisi fitnah.

Dia pun mempertanyakan kebenaran pernyataan pakar-pakar hukum yang hadir di film itu dan menyaksikan dugaan kecurangan yang diarahkan ke Prabowo-Gibran.

“Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah,” kata Habib dalam jumpa pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (11/2/2024).

Menurutnya, film Dirty Vote sengaja dibuat untuk mendegradasi penyelenggaraan Pemilu 2024 dan menilai tuduhan-tuduhan yang disampaikan dalam film tersebut tak berdasar.

Berdasarkan fakta di lapangan dan hasil survei terkini, mayoritas publik faham dengan apa yang telah dikerjakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, sehingga stigma yang dibangun oleh film Dirty Vote akan dimentahkan publik.

“Rakyat tahu pihak mana yang sebenarnya melakukan kecurangan dan pihak mana yang mendapatkan dukungan sebagian besar rakyat karena program dan rekam jejak yang berpihak kepada rakyat,” kata Habiburokhman.

“Jadi tindakan mereka menyampaikan informasi yang tidak argumentatif, tendensius, untuk menyudutkan pihak tertentu, berseberangan dengan sikap sebagian besar rakyat,” lanjutnya.

“Saat ini saya lihat rakyat begitu antusias dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo soal melanjutkan segala capaian pemerintahan yang ada sekarang ya,” sambungnya.

Baca Juga : Bersih-Bersih APK Pemilu 2024 di Kabupaten Bogor Dilakukan hingga Pelosok Kampung, Libatkan Petugas Gabungan

Habiburokhman berharap publik tetap tenang dan tidak terpancing provokasi di masa tenang jelang pelaksanaan pemilu ini. “Kami menyarankan kepada rakyat untuk tetap tenang,” tandasnya. (net)

Editor : Yosep