25 radar bogor

Jalur Tengkorak di Parung Panjang Bogor, Belasan Nyawa Melayang

Jalur tambang di Parung Panjang.

PARUNG PANJANG-RADAR BOGOR, Jalan bergelombang. Bukan saja banyak lubang, tapi cekungan. Jalan itu melintasi Desa Lumpang. Salah satu desa di Kecamatan Parung Panjang.

Di jalan Parung Panjang itu, banyak nyawa melayang. Terlindas oleh truk tambang. Truk yang kerap colong-colongan jam tayang di perbatasan Bogor-Tanggerang.

Suhardi, salah satu warga Lumpang, Kecamatan Parung Panjang mengatakan, dirinya beberapa kali melihat nyawa melayang di sekitaran Jalan Mohammad Toha, perbatasan Malang Nengah.

“Udah gak ngitung saya, banyak yang kecelakan di sini,” katanya kepada Radar Bogor, Senin siang (12/2/2204).

Hal itu pun diamini oleh Kades Lumpang, Muhammad Rodis Faisal.

Kepada Radar Bogor, ia memaparkan jalan rusak akibat dilalui truk tambang itu ada sepanjang perbatasan Malang Nengah hingga kantong parkir truk tambang.

Panjangnya sekitar 11 kilometer. Lubang di sana tak terhitung. Dari ukuran taekecil 10 sentimeter hingga 45 sentimeter ada di sana.

“Kalau hujan, lubang gak kelihatan, sering kecelakaan di sana,” katanya kepada Radar Bogor.

Ia mengaku, tak ada jalan mulus di Parung Panjang. Semua jalan rusak. Mulai dari ambles, retak hingga berlubang.

“Semua jalan rusak,” paparnya.

Baca juga: Jalan Parung Panjang Segera Dibangun Kementerian PUPR, Dilelang Bulan Depan

Sementara itu data dari Satlantas Polres Bogor mencatat, sepanjang tahun 2023 lalu ada 17 peristiwa kecelakaan melibatkan truk tambang terjadi di Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Dari angka kasus tersebut, sebanyak 12 nyawa melayang.

“Ada 17 kasus sepanjang 2023,” kata Kanit Gakkum Polres Bogor Ipda Angga Nugraha kepada Radar Bogor beberapa waktu lalu.

Warga Vs Sopir Truk Tambang

Rusaknya jalan di Parung Panjang dikarenakan lalu-lalang truk tambang.

Jalan tak kuat menahan beban truk tambang. Tidak sedikit pula truk tambang yang berlebihan muatan. Jalan yang baru diperbaiki tak pernah bisa tahan lama.

Upaya pembatasan truk tambang pun terus dilakukan. Baik itu dari masyarakat Parung Panjang, hingga pemerintah.

Mulai dari rencana pembuatan jalur tambang, pembatasan jam tayang truk tambang, kantong parkir truk tambang dan terbaru pemasangan portal.

Demo besar besaran dari masyarakat terjadi beberapa kali. Terkahir pada akhir tahun 2023 lalu.

Demo itu menjadi puncak kekesalan warga Parung Panjang di tahun 2023.

Namun aksi demo ini kemudian dibalas oleh para sopir truk. Tak lama setelah aksi demo warga Parung Panjang, para sopir truk juga melakukan demo.

Mereka memarkir kendaraan dan melakukan blokir jalan dengan truk mereka.

Usai saling demo, pemerintah Kabupaten Bogor membangun kantong parkir truk.

Saat ini kantong parkir sudah mulai digunakan. Namun, hal itu belum signifikan merubah keadaan.

Kemudian terbaru, pemasangan portal di jalur masuk truk tambang. Portal itu sudah dioperasikan sejak 1 Februari 2024.

Portal itu ditutup pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

“Sudah kami laksanakan itu sejak awal bulan,” kata Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih alias Dadang Hengky kepada Radar Bogor Senin (12/2/2024).

Lewat Jalur Tikus

Sudah hampir dua minggu portal terpasang. Truk tambang tak bisa melintas sembarang saat jam tayang di berlakukan.

Namun, para sopir truk tambang di sana tak kehabisan akal. Mereka mencari jalan tikus. Jalan alternatif agar bisa tetap masuk.

Asep salah satunya. Sopir truk tambang itu masih bisa masuk Parung panjang Senin siang. Pukul 12.30 WIB, truk tambang berwarna hijau yang ia kemudikan sudah bisa masuk.

Kepada Radar Bogor ia mengaku melintasi jalan tikus di saat jam jam tertentu. Saat petugas istirahat.

Namun, ia enggan menyebut jalan tikus yang digunakan selama ini.

“Ada lah jalan tikus, cuman ya untung-untungan, kadang sering diputar balik,” tuturnya.

Hal itupun diamini oleh Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Hengky. Kata dia, ada saja yang mencoba untuk masuk melalui jalur alternatif.

Baca juga: Derita Warga Parung Panjang Hidup Berdampingan dengan Truk Tambang

“Ini kami sudah antisipasi, kami tempatkan anggota di pertigaan yang diperkirakan jadi jalur alternatif atau jalur tikus,” katanya kepada Radar Bogor.

Dadang memaparkan, salah satu jalur tikus tersebut yakni di Jalan Kabasiran.

Jalan itu kerap dijadikan pintu masuk truk tambang untuk menghindari portal.

“Kami sudah siapkan anggota di sana sejak awal pemasangan portal,” paparnya.

Karena keterbatasan anggota, iapun kerap meminta masyarakat untuk turut pelototi truk tambang yang masuk saat portal ditutup.

Masyarakat, tidak hanya di Parung Panjang, tapi semua bisa melapor dan petugas akan menindaklanjutinya.

“Kami juga sudah kerja sama dengan masyarakat, kalau ada truk yang coba pake jalan alternatif Parung Panjang, masyarakat segera melaporkan ke kami,” tukasnya. (all)

Penulis: Arifal
Editor: Rany Puspitasari