25 radar bogor

Heboh! Film Dokumenter Dirty Vote, Diperankan Tiga Ahli Hukum. Ungkap Kecurangan Pemilu!

Film dokumenter Dirty Vote

JAKARTA-RADAR BOGOR, Film dokumenter Dirty Vote membuat heboh publik. Film berdurasi 1 jam 57 menit itu berisi tentang kritik atas sistem demokrasi dan Pemilu di Indonesia untuk kondisi terakhir khususnya jelang Pemilu 14 Pebruari 2024.

Baca Juga : Bersih-Bersih APK Pemilu 2024 di Kabupaten Bogor Dilakukan hingga Pelosok Kampung, Libatkan Petugas Gabungan

Film dokumenter Dirty Vote tayang perdana pada Minggu (11/2/2024), disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono.

Film ini menampilkan tiga pakar hukum tata negara, yaitu Dr Bivitri Susanti dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Dr Feri Amsari dari Universitas Andalas, dan Dr Zainal Arifin Mochtar dari UGM.

Mereka menjelaskan berbagai kelemahan, manipulasi politik, dan kecurangan yang terjadi dalam sistem Pemilu di Indonesia. Dimulai dengan pesan sederhana dari Zainal Arifin Mochtar.

“Jika Anda nonton film ini saya punya pesan sederhana, satu tolong jadikan film ini sebagai landasan untuk Anda melakukan penghukuman,” kata Zainal, dikutip dari YouTube Dirty Vote.

Ahli hukum lainnya, Bivitri Susanti mengaku ia terlibat dalam film dokumenter Dirty Vote agar masyarakat mengetahui bahwa Pemilu saat ini tidak baik-baik saja.

“Bahwa memang telah terjadi kecurangan yang luar biasa. Sehingga Pemilu ini tidak bisa dianggap baik-baik saja,” kata Bivitri.

Ia meminta agar kecurangan yang terjadi tidak boleh didiamkan. “Kecurangan ini jangan didiamkan atas nama kelancaran Pemilu,” tegas Bivitri Susanti.

Kemudian Feri Amsari, mengatakan bahwa film Dirty Vote akan memberikan pendidikan kepada orang-orang tentang bagaimana politisi sudah mempermainkan publik hanya untuk kepentingan golongan.

“Selain diajak oleh figur-figur yang saya hormati, tentu saja film ini dianggap akan mampu mendidik publik betapa curangnya Pemilu kita dan bagaimana politisi telah mempermainkan publik pemilih hanya untuk memenangkan kepentingan mereka,” ujar Feri Amsari.

Pada aakhir film dokumenter Dirty Vote, ketiga Ahli Hukum tersebut memberikan pernyataan pamungkas mereka.

Feri Amsari mengawali dengan pernyataan jika semua rencana kecurangan Pemilu ini tidak didesain dalam semalam juga tidak didesain sendirian.

“Sebagian besar rencana kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif untuk mengakali Pemilu ini sebenarnya disusun bersama dengan pihak-pihak lain. Mereka adalah kekuatan yang selama 10 tahun terakhir berkuasa bersama,” kata Feri Amsari.

Lalu Zainal melanjutkan dengan mengatakan apabila persaingan politik dan perebutan kekuasaan yang disusun bersama-sama aat ini digerakkan oleh satu pihak pemegang kunci.

“Persaingan politik dan perebutan kekuasaan desain kecurangan yang sudah disusun bareng-bareng ini akhirnya jatuh ke tangan satu pihak yakni pihak yang sedang memegang kunci kekuasaan di mana ia dapat menggerakkan aparatur dan anggaran,” ungkap dia.

Baca Juga : Ribuan Jamaah Hadiri Istighosah dan Doa Bersama untuk Pemilu Damai di Bogor, Kang RS: Bukti Nyata Kaum Sarungan Peduli Politik

Kemudian, Bivitri susantu mengatakan skenario kecurangan Pemilu ini sudah dilakukan oleh rezim-rezim sebelumnya di banyak negara.

“Tapi sebenarnya ini bukan rencana atau desain yang hebat-hebat amat skenario seperti ini dilakukan oleh rezim-rezim sebelumnya di banyak negara dan sepanjang sejarah,” ungkap Bivitri. (net)

Editor : Yosep