25 radar bogor

Cegal Longsor Susulan Sungai Cidepit Bogor, Pemkot Pasang Cerucuk Bambu

Sungai Cidepit
Pemerintah Kota Bogor mulai memasang cerucuk bambu di lokasi bencana longsor bantaran Sungai Cidepit, Gang Makam, Kelurahan Cilendek Barat. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota Bogor mulai memasang cerucuk bambu di lokasi bencana longsor bantaran Sungai Cidepit, Gang Makam, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat pada Senin (12/2/2024).

Baca Juga : Bantaran Sungai Cidepit Bogor Longsor Lagi, Bima Arya Minta Warga Pindah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, hal itu dilakukan sebagai upaya penguatan untuk mencegah adanya longsor susulan di bantaran Sungai Cidepit tersebut.

“Sebetulnya ini kewenangan UPTD Pelayanan Sumber Daya Air (PSDA). Kami sudah koordinasi katanya mereka ada kegiatan di lokasi lain tahun ini. Tapi karena ini genting dan perlu penanganan segera maka mereka akan bergeser dulu ke sini. Cuma prosesnya memerlukan waktu, mungkin baru bisa dimulai di awal April 2024,” jelas Syarifah saat ditemui Radar Bogor.

Pemasangan cerucuk bambu bertujuan untuk menahan tanah di bantaran Sungai Cidepit. Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dibantu oleh warga setempat.

Penanganan selanjutnya yang akan dilakukan ialah pemasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang akan dilakukan UPTD PSDA.

Namun, sebelum hal itu dilakukan Syarifah mengatakan, pihak UPTD PSDA akan meluruskan sungai terlebih dahulu. Sebab selama ini menurut dia banyak bangunan yang maju hingga badan sungai.

Setelah diperiksa kembali dari peta yang dimiliki UPTD PSDA, tindakan selanjutnya yakni dilakukan pembongkaran sebagian bangunan untuk dibangun TPT permanen.

“Ada bangunan Posyandu di atas saluran sungai yang harus dibongkar. Lalu ada beberapa rumah yang sudah dibicarakan dengan pemiliknya dan mereka bersedia mundur. Karena mereka juga merasa tidak aman, lantainya sudah pecah-pecah. Pada saat TPT akan dikerjakan oleh PSDA akan dilakukan perundingan berapa meter mundurnya,” terang Syarifah.

Dirinya menegaskan, tidak ada ganti rugi pada pembongkaran sebagian bangunan yang akan dibangun TPT sebab berada di garis sempadan sungai (GSS).

“Informasinya mereka sudah punya Izin Mendirikan Bangunan. Nanti kami lihat apakah IMB-nya rumah utama saja lalu ditambahkan atau gimana. Tapi yang pasti kalau di GSS selayaknya tidak keluar IMB. Saya pikir bangunan itu tambahan dan tidak terlalu menjadi aktivitas utama warga seperti dapur,” jelasnya.

Sementara itu, di titik lain yang turut terdampak longsor, Syarifah merencanakan membebaskan rumah warga kemudian diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Sebab menurut perhitungannya tidak efisien membangun TPT dengan biaya besar namun hanya menyelamatkan satu rumah saja.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Sungai Cidepit mengalami amblas di bagian bantaran dan dasarnya sedalam 6 meter pada Minggu (4/2/2024).

Baca Juga : Bantaran Sungai Cidepit Bogor Longsor Lagi, 3 Rumah Warga Terancam Ambruk

Bencana ini berimbas pada keselamatan sejumlah rumah yang dihuni 10 keluarga atau 31 jiwa. Longsor ini pun turut membuat Posyandu, Poskamling, dan Posko Ojol di wilayah itu rusak.

Longsor susulan kembali terjadi pada Sabtu (10/2/2024) dan berdampak pada rusaknya salah satu rumah warga yang berada di bantaran sungai. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep