25 radar bogor

279 TPS di Kota Bogor Rawan Bencana, BPBD Sebar Puluhan Personel

BPBD Kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Bogor menyiagakan sejumlah personel yang akan ditempatkan disetiap enam kecamatan, dan posko bersama sebagai upaya antisipasi jika terjadi bencana di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca Juga : Kawal Proses Pemungutan Suara di Kota Bogor, 5 Ribu Petugas Gabungan Diterjunkan 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh mengatakan, antisipasi dan mitigasi pada saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dilakukan mengingat BMKG sudah memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat atau cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Maret 2023.

“Artinya pada 14 Februari atau saat pencoblosan, potensi hujan di Kita Bogor masih sangat tinggi,” kata Hidayatulloh.

BPBD Kota Bogor sudah memetakan TPS yang dianggap berada di lokasi rawan bencana, di mana ada sebanyak 451 titik.

Kemudian, Jajaran Kepolisian juga sudah mengeluarkan data TPS yang berada di lokasi rawan bencana di Kota Bogor. Di mana, jumlahnya mencapai 279 TPS yang tersebar di Kota Bogor.

“Puluhan petugas akan stanby, kita kerahkan semua kecuali tiga personil yang kita tempatkan berada di kantor,” ucapnya.

Hidayatulloh menjelaskan, petugas yang disebar ke enam kecamatan ini untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana baik longsor, puting beliung, dan sebagainya.

BPBD Kota Bogor juga sudah mengeluarkan rekomendasi pemidahan TPS ketika berada di lokasi rawan banjir agar dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi.

Lalu, ketika lokasi TPS yang berpotensi terjadi angin puting beliung disarankan untuk tidak menggunakan tenda dan BPBD telah merelokasi ke gedung madrasah, atau bangunan sekolah terdekat.

“Jadi TPS kemrin di Paledang, dan di Cibuluh potensinya adalah rawan banjir sehingga dipindahkan posisinya ke atas,” katanya.

“Ya artinya sudah dikomunikasikan karena kita sudah menyampaikan terlebih dahulu early warning sistemnya terkait TPS yang ditempatkan oleh warga secara batom up oleh KPU, kita relokasi kesitu berdasarkan pemetaan,” sambung dia.

Mantan Camat Bogor Selatan ini menyebut sejauh ini, BPBD Kota Bogor telah melakukan berbagai daya dan upaya terkait antisipasi pada saat pencoblosan 14 Februari 2024.

“Jadi upaya-upaya sudah dilakukan namun bila terjadi bencana itu Kodarullah, tapi kita ikhtiar mengantisipasi seoptimal mungkin bahwa mitigasi yang utama,” tandas dia.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meminta kepada penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) untuk segera memindahkan atau menggeser lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk dalam kategori rawan bencana ataupun sulit diakses oleh masyarakat.

Menurut Atang, pemindahan TPS rawan bencana ke gedung sekolah atau gedung pemerintahan sebagai upaya mengantisipasi risiko golput akibat gangguan keamanan, kenyamanan dan keselamatan pemilih dan panitia saat penyelenggaraan pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang di Kota Bogor.

Atang Trisnanto menyebut salah satu alternatifnya, bisa memanfaatkan seperti bangunan sekolah atau barang milik daerah yang diperbolehkan sebagai lokasi TPS.

“Kita tidak ingin masyarakat golput karena tempatnya tidak nyaman, rawan, tidak mudah diakses dan panitia terancam keselamatannya karena lokasi TPS rawan bencana,” ujar Atang di Kota Bogor, pada Jumat (2/2).

Atang Trisnanto menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia sendiri sudah mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem guna menyukseskan perhelatan Pemilu 2024.

“Dimana puncak musim hujan diprediksi BMKG dimulai pada akhir Januari hingga Maret mendatang. Tentunya ini menjadi acuan informasi yang sangat penting terutama di Kota Bogor, baik menggeser TPS ke tempat yang lebih aman atau bisa saja memanfaatkan gedung-gedung sekolah,” kata Atang Trisnanto.

Menurut dia, mitigasi musim hujan perlu dilakukan untuk menghadapi Pemilu 2024. Sebab, saat ini waktu pencoblosan sudah tinggal menghitung hari dan juga memastikan logistik surat suara dan kardus suara tidak rusak terkena hujan.

Berkaca pada Pemilu 2019, KPU Jawa Barat menyebut setidaknya ada 680 kotak suara yang terendam lumpur di gudang penyimpanan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, meski dari total tersebut hanya 300 kotak suara yang rusak.

“Dari pengalaman daerah lain kita belajar, kita tidak ingin ada surat suara dan kotak suara rusak di Kota Bogor karena terdampak hujan, meskipun kota ini berlabel kota hujan. Semua kita harap dapat diantisipasi bersama,” katanya.

Baca Juga : Imbas Longsor Sungai Cidepit Bogor, TPS Gang Makam Dipindahkan ke Sini

Terlebih Kota Bogor merupakan zona awas bencana, di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor sudah memetakan warga yang tinggal di zona hitam dan zona merah bencana. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep