25 radar bogor

Soal Video Salah Tangkap di Cileungsi, Begini Kata Polres Bogor

Salah Tangkap
Tangkapan layar video rekaman CCTV aksi salah tangkap di kawasan SPBU Cileungsi.

CILEUNGSI – RADAR BOGOR, Video rekaman CCTV polisi salah tangkap di SPBU kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor viral di media sosial.

Baca Juga : Viral, Video Rekaman CCTV Polisi Diduga Salah Tangkap di Bogor

Polres Bogor pun angkat bicara perihal aksi salah tangkap yang dilakukan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bogor itu,

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengatakan, pihkanya saat itu tengah melakukan penyelidikan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan tujuh pelaku lintas daerah.

“Hasil interogasi menunjukkan bahwa tujuh pelaku itu terlibat dalam jaringan kejahatan lintas daerah, termasuk Depok, Jawa Tengah, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Purwakarta, dan Cimahi,” ungkap AKP Teguh Kumara ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (10/2/2024).

Setelah cukup bukti, penangkapan tujuh tersangka pun dilakukan. Dimulai dengan tersangka FF (37), kemudian berlanjut ke K (44) dan D (50).

Tahap berikutnya, tim gabungan melakukan penyelidikan di daerah Cileungsi yang mengarah pada penangkapan SS (46).

Pelaku yang sudah ditangkap kemudian memberikan informasi tentang rekannya yang terlibat dalam kejahatan tersebut, termasuk soa ciri-ciri kendaraan yang sesuai dalam video viral itu.

“Akhirnya operasi penangkapan dilakukan Tim Resmob gabungan di Pasir Angin Cileungsi, dan sempat memberhentikan kendaraan yang dimaksud,” ungkap Teguh.

Namun, kata dia, penangkapan ternyata salah sasaran, karena di dalam mobil hanya pasangan suami istri penjual keripik yang hendak mengisi BBM dan sudah dilepaskan kembali.

Atas aksi salah tangkap itu, pihak Polres Bogor pun menyampaikan permintaan maaf. “Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pada saat penangkapan pasutri yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU tersebut,” tegasnya.

Baca Juga : Polres Bogor Tetapkan Oknum Guru di Klapanunggal Jadi Tersangka Kasus Rudapaksa Terhadap Muridnya

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pengembangan penyelidikan terhadap pelaku yang DPO. Yakni N, I, dan W yang menjadi target operasi selanjutnya. (abi)

Reporter : Jaenal Abidin
Editor : Yosep