25 radar bogor

Dugaan Mobilisasi Pemilih Ilegal di Bogor, Begini Aturanya Pindah TPS

Ilustrasi kecurangan pemilu modus mobilisasi pemilih ilegal.
Ilustrasi kecurangan pemilu modus mobilisasi pemilih ilegal.

DRAMAGA-RADAR BOGOR, Dugaan mobilisasi pemilih ilegal di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor ramai beberapa waktu lalu. Mereka mengaku mahasiswa mau pindah TPS karena sedang melakukan penelitian.

Baca Juga : Modus Pemilih Ilegal di Bogor Ngaku Mahasiswa Sedang Penelitian, Begini Ciri-cirinya

Namun, saat diminta persyaratan untuk pindah TPS, puluhan pemilih ilegal yang mengaku mahasiswa asal Jonggol itu tidak bisa melengkapinya.

Bahkan, 35 mahasiswa berbadan tegap dengan rambut model cepak itu, tidak kembali lagi. Lalu seperti apa syarat untuk bisa pindah TPS?

Ketua PPK kecamatan Dramaga M Soleh memaparkan, pihaknya memfasilitasi pemilih yang ingin pindah TPS karena faktor domisili atau masuk dalam daftar pemilih tambahan, dengan 9 kategori pemilih, Pertama bagi pemilih yang bertugas di tempat lain pada saat hari H pencoblosan.

Berikutnya bagi pemilih yang menjalani rawat Inap dengan keluarga yang mendampingi, ini juga bisa di layani sampai H-7 sebelum pencoblosan.

Pemilih yang tertimpa bencana, dan pemilih yang menjadi tahanan atau terpidana yang menjalani hukuman.

Sedangkan untuk kategori berikutnya, yakni penyandang disabilitas yang sedang dalam perawatan, kemudian mereka menjalani rehabilitasi narkoba, sedang menempuh pendidikan menengah atau perguruan tinggi, dan bekerja di luar domisili yang kebanyakan karyawan perusahaan.

“Ada yang harus buat H-30, yaitu tanggal 15 Januari 2024, di antaranya mahasiswa atau belajar di tempat lain, bekerja di tempat lain. Nah, sekarang sampai H-7 itu tinggal 4 kategori yang bisa diproses, yakni bertugas di tempat lain, pasien di RS atau yang rawat inap, bencana alam dan tahanan di rutan,” katanya kepada Radar Bogor Sabtu (10/2/2024).

Ia menuturkan, terkait dugaan mobilisasi pemilih ilegal kemarin, mereka mengunakan kategori surat tugas di tempat lain. Namun saat dimintai persyaratannya, mereka tidak bisa menunjukannya.

Diberitakan Radar Bogor sebelumnya, kabar sejumlah pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kecamatan Jonggol, mendatangi kantor Kecamatan Dramaga ramai di kalangan masyarakat Dramaga.

Dalam informasi tersebut, ada 35 mahasiswa mengaku ingin pindah TPS dan melakukan pencoblosan di Kecamatan Dramaga. Dari pengakuan kelompok pemuda yang mengaku mahasiswa itu, mereka mengajukan pindah TPS karena sedang melakukan penelitian.

Namun, pindah TPS tersebut belum bisa diproses. Pasalnya kelompok yang mengaku mahasiswa berjumlah 35 orang itu tidak belum melengkapi sejumlah persyaratan. Mereka tidak melampirkan surat ijin penelitian dari Kesbangpol.

Namun saat di cek, kampus tersebut tidak ada di Jonggol. Dikonfirmasi, Kapolsek Dramaga AKP Hartono mengatakan, perihal informasi tersebut benar adanya.

Baca Juga : Soal Dugaan Mobilisasi Pemilih Ilegal di Bogor, Begini Kata Fadli Zon!

Kata dia dari hasil koordinasi dengan PPK kecamatan Dramaga, pemuda yang mengaku mahasiswa itu belum kembali lagi.

“Keterangan ketua PPK, suruh melengkapi persyaratan tp mereka tidak kembali lagi,” katanya saat dihubungi Radar Bogor Kamis pagi (8/2/2024). (all)

Reporter : Arifal
Editor : Yosep