25 radar bogor

Bantaran Sungai Cidepit Bogor Longsor Lagi, Bima Arya Minta Warga Pindah

Bantaran Sungai Cidepit Cilendek Barat, kembali longsor Sabtu (10/2/2024). REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Bencana longsor kembali terjadi di bantaran Sungai Cidepit, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat pada Sabtu (10/2/2024) sore.

Baca Juga : Sungai Cidepit di Cilendek Bogor Amblas 6 Meter, 10 Keluarga Diungsikan

Kepala BPBD Kota Bogor Hidayatullah mengatakan, longsor susulan terjadi pada pukul 15.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Longsor susulan bantaran Sungai Cidepit ini berimbas pada rusaknya salah satu rumah warga.

“Untuk yang rusak itu bagian belakang rumahnya. Tempat mencuci piring. Diduga karena tanah yang masih labil. Tidak ada korban luka atau jiwa,” ujarnya saat ditemui Radar Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya yang meninjau lokasi tersebut mengintruksikan warga yang bermukim di bantaran Sungai Cidepit untuk sementara tidak tinggal dulu di rumahnya.

Ia khawatir kondisi tanah masih berbahaya dan berpotensi menimbulkan longsor susulan kembali.

“Saat kejadian tadi masih ada yang tinggal di dalam. Makanya sementara ini saya minta tidak tinggal dulu di sana, diungsikan dulu ke tempat lain ksrena kondisinya sudah tidak layak. Saya lihat juga ini sudah menahun sudah ada saluran-saluran yang tergerus dan menimbulkan longsor,” ujarnya.

Bima berjanji bakal memberikan bantuan kepada para warganya yang mengungsi. Bantuan tersebut berupa pembiayaan hunian sementara (Huntara).

Oleh karena itu dirinya meminta warga sementara pindah selama proses penanganan dan penguatan dilakukan.

Untuk penanganan lebih lanjut, Bima mendorong pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisasane untuk segera melakukan intervensi di lokasi tersebut.

Di samping itu, Bima juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan penanganan sementara sesegera mungkin.

“Memang ini kewenangan BBWS tadi sudah dikoordinasikan, sedang dalam perencanaan segera intervensi. Tapi saya juga tadi menghubungi langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR untuk memastikan apa yang bisa Pemkot lakukan sesegera mungkin,” tuturnya.

Ia membuka kemungkinan penanganan sementara tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila penanganan BBWS tak kunjung diberikan.

Bima melihat kawasan tersebut memang berbahaya untuk ditinggali lagi. Dirinya menyebut ada potensi longsor menggerus bibir Sungai Cidepit dan jalan.

“Ini tetep berbahaya. Kalau hujan yang intensitasnya tinggi longsor bisa menggerus bibir jalan. Jadi saya minta sebaiknya tidak di sini,” tegasnya.

Sebelumnya, Sungai Cidepit mengalami amblas di bagian bantaran dan dasarnya sedalam 6 meter pada Minggu (4/2/2024).

Bencana ini berimbas pada keselamatan sejumlah rumah yang dihuni 10 keluarga atau 31 jiwa. Longsor ini pun turut membuat Posyandu, Poskamling, dan Posko Ojol di wilayah itu rusak. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep