25 radar bogor

Warga Desak Agrowisata Gunung Mas Kelola Lahan Negara dengan Baik

Sejumlah warga di Kawasan Puncak melakukan audiensi dengan manajemen Agrowisata Gunung Mas, di Kantor Kecamatan Cisarua.

CISARUA-RADAR BOGOR, Sejumlah warga di Kawasan Puncak melakukan audiensi dengan manajemen Agrowisata Gunung Mas, di Kantor Kecamatan Cisarua.

Mereka yang audiensi dengan Agrowisata Gunung Mas, mewakili Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Karukunan Wargi Puncak (KWP), FKUBR, dan Forum Majelis Ta’lim (Format) Bogor Selatan.

Audiensi bersama Agrowisata Gunung Mas, mereka membahas permasalahan terkait dugaan alih fungsi lahan di Kawasan Puncak, dan perkebunan teh serta dampak lingkungan lainnya.

Ketua AMBS Mukhsin menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pihak PTPN I Regional 2.

Baca juga: Siap-Siap Libur Panjang Imlek di Kawasan Puncak Bogor, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin, Contra Flow Hingga Gage

Di antaranya menghentikan kerja sama operasi (KSO), dan kegiatan pembangunan yang merusak lingkungan di area Gunung Mas.

“Lahan PTPN merupakan aset negara yang harus dikelola dengan baik untuk menjaga lingkungan alam dan juga kesejahteraan masyarakat,” kata Mukhsin dalam audiensi tersebut, Rabu (7/2).

Berbeda dengan kondisi sebelumnya, Mukhsin menilai kawasan Puncak saat ini mulai dipenuhi dengan berbagai kegiatan pembangunan.

Tanpa mengindahkan aturan dan fungsi lahan, pembangunan di kawasan Puncak justru merugikan masyarakat setempat.

“Pembangunan di Puncak saat ini terkesan ugal-ugalan, yang tentu saja berpotensi menyebabkan longsor dan pencemaran air yang berdampak buruk bagi warga,” paparnya.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Manager Agrowisata Gunung Mas, Reza menyatakan akan membahas lebih lanjut bersama dengan pihak PTPN I Regional 2.

Pihaknya juga memahami dan mendukung pembahasan seputar isu lingkungan yang disuarakan masyarakat Puncak.

“Kami sangat setuju dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Namun, tindak lanjut ini akan bergantung pada keputusan atasan kami,” tutur Reza.

Pihak Agrowisata Gunung Mas membantah bahwa KSO di area lahan Gunung Mas dilakukan secara sembarang.

Menurut Agrowisata Gunung Mas, PTPN memiliki aturan ketat dalam menjaga kelestarian lingkungan. (cok)

Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari