25 radar bogor

Penyuluhan Kesehatan SMAN 2 Kota Bogor, Awas Dampak Buruk Seks Bebas

SMAN 2 Kota Bogor
Kegiatan penyuluhan kesehatan di SMAN 2 Kota Bogor. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, SMAN 2 Kota Bogor kembali memberikan penyuluhan kesehatan rutin kepada ratusan siswanya pada Rabu (7/2/2024).

Baca Juga : Cegah 5L Saat Belajar, Ratusan Siswi Smanda Jalani Pemeriksaan HB

Pada kesempatan kali ini, para siswa diberikan edukasi terkait bahaya seks bebas dan pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Edukasi tersebut diberikan oleh para tenaga kesehatan dari Puskesmas Mekarwangi.

Kepala SMAN 2 Kota Bogor, Bambang Aryan Soekisno menjelaskan penyuluhan dilakukan pihaknya untuk memastikan kesehatan fisik dan mental para siswa tetap terjaga paripurna.

“Kemi melihat melihat perkembangan teknologi begitu hebat dan bisa berpengaruh pada peserta didik terutama mereka baru menginjak dewasa. Jadi harus dibentengi dan diedukasi supaya mereka bisa memahami dan tahu apa yang harus dilakukan,” terangnya.

Wawasan itu juga disampaikan dengan tujuan mencegah para siswa terhindar dari dampak buruk seks bebas yang bisa menimpa dirinya, keluarga, dan keturunannya ke depan.

Dokter Umum Puskesmas Mekarwangi, Wahyu Rachwaldy mengatakan, wawasan terkait pendidikan seks penting diberikan kepada siswa sehingga dapat memilah informasi yang baik dan buruk.

“Saat ini di sosial media banyak influencer yang menyampaikan hal itu. Tapi kami merasa perlu menanamkan batasan yang baik untuk para pelajar. Kami hadir sebagai petugas medis, untuk memastikan informasi yang diterima para remaja akurat, tidak bias, dan mereka tidak tertutup opini yang tidak jelas,” ujarnya.

Wahyu menyebut kemampuan memilah tersebut perlu dimiliki agar aktivitas dan prestasi para siswa tidak terdampak bahaya buruk perilaku seks bebas.

Di samping itu dirinya juga mewanti-wanti para pelajar terkait penyimpangan dan potensi-potensi perilaku kekerasan seksual.

Selain pengetahuan soal seks, pihak Puskesmas juga memaparkan materi terkait kesehatan mental. Perawat Kesehatan Jiwa Puskemas Mekarwangi, Aya Afya mengatakan, kekuatan mental mesti dimiliki para siswa dan hal itu berasal dari kantong pergaulannya yakni di sekolah.

“Orang tua dan guru harus peduli pada anak remaja. Jangan menganggap sepele masalah anak. Jadilah pendengar dan tempat menerima curahan hati mereka,” terang Aya.

Baca Juga : Menang Dramatis, SMANDA Bogor Singkirkan SMA Pilar Indonesia dari Honda DBL

Di samping itu dirinya juga berpesan kepada para pelajar SMAN 2 Kota Bogor untuk tidak sungkan menceritakan masalah yang dialami. Ia mendorong remaja untuk tidak memendam masalah dan meminta tolong pada orang sekitar supaya tidak mengalami stress kronis (burnout).

Pihaknya bahkan membuka pelayanan konseling khusus bagi para remaja yang ingin menceritakan masalahnya di Puskesmas lewat program Konseling hari Kamis. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep