25 radar bogor

Jalan Nasional Kerap Terendam Banjir,Pemkot Bogor Desak Kemen PUPR Perbaiki Tahun Ini

Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor banjir akibat hujan deras, Jumat (17/1/2020) sore.

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota Bogor mendesak jajaran Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Kementerian PUPR untuk segera menangani banjir lintasan yang kerap melanda ruas jalan nasional.

Baca Juga: Ciawi Butuh Terminal, Anggota Komisi V DPR RI Ini Minta Langsung ke Jokowi

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruas (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina usai rapat koordinasi penanganan banjir di ruas jalan nasional yang berlangsung di kantornya pada Senin (5/2/2024).

Rena menjelaskan, dalam rapat itu pihaknya membahas persoalan banjir yang kerap terjadi di ruas jalan nasional setiap kali hujan deras menghuyur wilayah Kota Bogor.

Terdapat sejumlah titik banjir yang jadi sorotan Rena dalam rapat tersebut. Di antaranya Jalan Sholeh Iskandar di depan Mitra 10, Jalan Sholeh Iskandar di depan Taman Sari Persada, dan genangan air di Jalan Raya Bogor di bawah Jembatan Talang Air.

“Penyebab banjir di Jalan Sholeh Iskandar itu akibat saluran air crossingan dari Cimanggu Permai ke UIKA yang kondisinya tidak memungkinkan. Crossingan eksisting itu sisa satu per tiga bagian saja karena terpakai pile cap Tol BORR dan saat ini kondisinya rusak serta amblas,” ujarnya.

Akibatnya aliran air yang seharusnya lancar melewati saluran tersebut akhirnya berbalik dan membanjiri permukiman warga.

Rena berpendapat seharusnya Pejabat Pembuat Komitmen PPK 5.1 Provinsi Jawa Barat mesti membuat saluran baru yang bisa menampung buangan air dari wilayah tersebut.

Hal serupa juga ia minta pada titik saluran di Jalan Sholeh Iskandar di depan Perumahan Taman Sari Persada.

Ia mendorong PPK 5.1 membangun saluran air di wilayah ini supaya air hujan maupun limpahan Tol BORR tidak lagi menumpuk dan membanjiri ruas jalan itu.

“Tahun ini mereka akan membuat saluran, namun akan dicek dulu. Kami juga menghadirkan Marga Sarana Jabar untuk koordinasi terkait hal ini. Harapannya ada kontribusi yang diberikan,” ucapnya.

Sementara itu untuk persoalan genangan air di Jalan Raya Bogor yang timbul akibat kebocoran Jembatan Talang disebut rena perlu adanya perbaikan dari 2 sisi.

Yakni pada kebocoran talang air dan pelebaran drainase jalan yang saat ini masih sangat minim dan sempit serta dipenuhi banyak kabel PLN.

Walaupun ia mengetahui persoalan pada Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Provinsi Jawa Barat ialah proses prosedural yang banyak dan lama, dirinya tetap mendesak seluruh masalah itu dapat ditangani pada tahun ini.

“(Penanganan banjir di jalan nasional) tidaka bisa pakai APBD Kota Bogor. Kami hanya bersifat pemeliharaan saja yang dilakukan. Kalau pake APBD ketika diaudit kami akan kena, karena bukan lahan kami. Tidak bisa bangun di tempat orang,” jelas dia.

Meski demikian, dirinya berjanji pihaknya akan tetap menangani masalah-masalah genting di ruas jalan nasional yang dikeluhkan warga. Terlebih pada persoalan yang mengancam keselamatan jiwa.

“Memang pilihan sulit tapi kalau mereka tidak sanggup dan mereka angkat tangan nanti mereka akan buat surat dan ditanda tangani (menyerahkan penanganan pada Dinas PUPR),” ujar Rena. (fat)

Reporter: Reka Faturachman

Editor: Yosep