25 radar bogor

DPRD Sebut Wacana Trem di Kota Bogor Dipaksakan, Nilai Dishub Tak Punya Arah dan Prioritas Atasi Transportasi

Trem Kota Bogor
Ilustrasi Trem di Kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Menggelar rapat kerja dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Komisi III DPRD Kota Bogor senggol wacana Trem di Kota Bogor.

Kehadiran trem di Kota Bogor, dinilai Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bogor Bambang Dwi Wahyono, tidak terlalu mendesak dan tidak berpedoman pada Perda nomor 8 tahun 2023 tentang Transportasi.

Bambang mengungkapkan dalam pembahasan Perda tentang Transportasi, Dishub Kota Bogor menyatakan, bahwa klausul tentang kehadiran trem di Kota Bogor, harus dipersiapkan secara matang dan berlandaskan dengan kajian yang mendalam.

Baca juga: Trem Kota Bogor Bakal Lintasi 17 Stasiun, Dishub Kaji Rutenya

“Jadi apa sebenarnya motif dibalik trem ini,” tegas Bambang.

Bahkan didalam rencana kerja Dishub yang sudah tertuang didalam APBD 2024, Bambang tidak melihat satupun program yang menyebut soal pengadaan trem ataupun kajian tentang trem ini.

Sehingga, Bambang menilai pengadaan trem di Kota Bogor terlalu memaksakan, dan menimbulkan problematik bahkan bisa menjadi beban bagi Kota Bogor kedepannya.

Bambang pun menilai kinerja Dishub Kota Bogor, seperti tidak memiliki arah dan prioritas dalam mengatasi persoalan transportasi di Kota Bogor.

Mulai dari program reduksi angkot, rerouting, Biskita, dan pemeliharaan sarana dan pra sarana, semuanya tidak konsisten dijalankan oleh Dishub Kota Bogor.

“Jadi ini seperti kutu loncat, program yang satu belum selesai, sudah loncat lagi ke yang lain. Kami sangat menyayangkan hal tersebut,” ujar Bambang.

Bambang menegaskan, Komisi III DPRD Kota Bogor tidak menolak kehadiran trem di Kota Bogor.

Hanya saja, sangat disayangkan jika program yang sudah disusun, dan sudah berjalan tidak diselesaikan hingga tuntas, yang menyebabkan program-program yang sudah ada menjadi terbengkalai.

“Jadi intinya trem ini masih jauh api dari penggorengan. Buat apa fokus kesana, lebih baik selesaikan dulu program yang ada baru menyusun program yang baru,” tutupnya.

Menyambung pembahasan soal program kerja, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zenal Abidin, menyoroti soal tidak terurusnya Terminal Bubulak.

Ia menyayangkan, Pemkot Bogor tidak menindaklanjuti DED dan FS yang sudah disusun sejak 2021, untuk pengembangan Terminal Bubulak menjadi kawasan TOD.

“Kemarin itu Bubulak saja harus viral dulu baru turun Pemkot. Ini kajian DED dan FS yang sudah ada seharusnya ditindaklanjuti, bukan malah loncat ke program yang belum pasti seperti trem. Kami sangat menyayangkan hal tersebut,” jelas Zenal.

Baca juga: Datangi Dirjen Perkeretaapian, Dedie Minta Dukungan Kemenhub Percepat Implementasi Trem

Setelah membahas trem di Kota Bogor, dari hasil rapat, Komisi III DPRD Kota Bogor memberikan saran kepada Dishub Kota Bogor, agar menentukan program prioritas yang akan dijalankan pada 2024 ini.

Nantinya, Komisi III DPRD juga akan menggelar rapat secara rutin dengan Dishub, untuk memantau progres program yang sudah disusun. Juga termasuk perkembangan trem di Kota Bogor.(ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari