25 radar bogor

Akun Sosmed OPD Kota Bogor Kerap di Hack, Pelakunya Profesional dan Bersindikat

Ilustrasi akun sosmed OPD Kota Bogor sering di hack
Ilustrasi akun sosmed OPD Kota Bogor sering di hack

BOGOR-RADAR BOGOR, Akun media sosial Instagram Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor kerap menjadi korban peretasan oknum tidak bertanggung jawab.

Baca : Akun Instagram Perumda Tirta Pakuan Kembali Kena Hack, Posting Give Away Crypto

Layaknya sasaran empuk, akun-akun sosmed milik OPD Kota Bogor ini bahkan berulang kali diretas dan digunakan sebagai sarana penipuan oleh pelaku.

Seperti yang sempat dialami Perumda Tirta Pakuan, Biskita, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Nama terakhir bahkan mesti merelakan akun Instagram yang telah memiliki belasan ribu pengikut dan beralih untuk membuat kembali akun Instagram baru.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengungkapkan para pelaku peretasan (hacker) merupakan sosok profesional dan bersindikat.

“Media sosial memang sering jadi sasaran, bukan cuma akun pemerintah saja. Memang ada orang-orang yang bekerja di bidang penipuan seperti itu. Mereka sudah profesional dan bersindikat,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (6/2/2024).

Dirinya menyebut persentase akun OPD Kota Bogor yang menjadi korban peretasan hanya sedikit. Meski begitu ia mengakui hal itu tetaplah berbahaya.

Terlebih akun media sosial pemerintah dipercaya oleh masyarakat sehingga dikhawatirkan memakan korban. Oleh karena itu Rahmat berjanji akan melakukan evaluasi terkait kondisi ini.

Untuk mencegah hal serupa kembali terulang, Rahmat menyarankan para pengelola media sosial Instagram supaya mempertebal keamanan akun melalui beberapa cara.

“Pertama dari sisi pengelola seharusnya ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan secara khusus. Tidak boleh dipegang anak magang yang hanya selewat saja,” ucapnya.

Baca Juga : Logistik Pemilu di Kota Bogor Didistribusikan Lebih Awal, Prioritas ke Wilayah Ini

Kemudian ia menyarankan agar kata sandi yang dipakai menggunakan kombinasi yang sulit ditebak, seperti memakai huruf besar dan kecil, tanda baca, dan angka. Di samping itu menurutnya kata sandi juga kerap diganti secara berulang.

“Diskominfo sebetulnya rutin memberikan pelatihan dan kumpul bersama jubir digital OPD. Selain membahas dari sisi konten namun juga dari sisi keamanan. Mungkin memang belum diterapkan maksimal,” tutur dia. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep