25 radar bogor

Sekolah Quran Asy Syahid Umrohkan 7 Guru dan Karyawannya, Bentuk Apresiasi Yayasan

Asy Syahid
Sekolah Quran Asy Syahid, memberangkatkan 7 guru dan karyawan untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci.

BOGOR-RADAR BOGOR, Yayasan Perkasa Mandiri Cemerlang yang menaungi Sekolah Quran Asy Syahid, memberangkatkan 7 guru dan karyawan untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci. Hj. Rini Pura Kirana, atau yang dipanggil Umi Kirana, melepas rombongan pada Sabtu 21 Januari 2024.

Baca Juga : Bank Muamalat Siapkan Skema Dana Talangan, CJH Bisa Umrah Dulu

Ya, yayasan yang di ketuai Umi Kirana ini memberikan apresiasi bagi guru dan karyawan Sekolah Quran Asy Syahid yang telah menjalani masa bakti di sekolah selama 5 tahun.

“Kami dari yayasan sangat menghargai kerja keras guru dan karyawan dalam bersama-sama memajukan lembaga pendidikan ini. Kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi atas kerja keras dan loyalitas mereka. Perjalanan umrah ini, salah satu bentuk penghargaan yang kami berikan,” paparnya.

7 orang yang berkesempatan mendapat apresiasi perjalan umrah adalah Wulandari, Harlin Misnawati, Rina Sulaeman, Sandi Priyatna, Arif Rahman Hakim, Abdul Qudus dan satu orang petugas keamanan, Sukardi. Satu orang telah melaksanakan ibadah umrah pada 20-29 Juli 2023, dan 6 orang lainnya pada 21 – 30 Januari 2024.

Do’a dan dukungan mengalir dari berbagai pihak, para siswa, guru dan karyawan, termasuk Komite dan orang tua siswa. Sebagai bentuk dukungan sebagian orang tua siswa hadir pada acara walimatussafar dan do’a sehari sebelum keberangkatan, Jum’at, 20 Januari 2024 di Aula Gedung Amanah, Sekolah Quran Asy Syahid.

Setelah acara pelepasan oleh Ketua Yayasan, Hj Rini Pura Kirana, rombongan umrah berangkat ke hotel dan bandara Soekarno Hatta untuk bergabung dengan jamaah lainnya dari biro perjalanan umrah dan Haji, Riffy Travel.

Dari Jakarta, jamaah menuju negara yang terletak di benua Eropa dan Asia, Turki yang saat ini sedang musim dingin. Para jamaah terkesima melihat tumpukan salju menutupi bangunan, pohon, kendaraan, jalan dan berbagai benda lainnya.

Mereka pun merasakan sensasi bermain salju dan berada di bawah salju yang turun dengan lembut. “Waduh, meni keren, menakjubkan…,” kata Abdul Qudus dengan logat sundanya dan sesekali mengusapkan salju ke wajahnya.

Tiga hari di Turki tidak disia-siakan dengan mengunjungi tempat-tempat penting dan bersejarah. Diantara tempat yang dikunjungi adalah Masjid Al-Fatih, Museum TopKapi, Ulu Dag, Mavi Cami, Masjid Abu Ayub Al Anshari, dan selat Boshporus.

“Alhamdulillah hari ini ziarah ke museum Topkapi. Istana Topkapi dulu sebagai kediaman resmi Sultan Ustmaniyah atau Turki Ottoman selama lebih dari 600 tahun, kini sudah dijadikan museum yang menyimpan barang-barang peninggalan Nabi Muhammad SAW,” ungkap Rina Sulaeman.

Arif yang merupakan kali ke dua di Turki sudah tidak terlalu asing dengan suasana dan kondisi di sana, sedangkan Sukardi, yang dikenal dengan Pak Kumis tampak kedinginan dan hanya sesekali keluar ruangan atau dari bus yang mengantar.

Dari Turki, rombongan ini melanjutkan perjalanan ke Jedah, lalu ke Madinah. Masjid Quba dan pemakaman Syuhada Uhud menjadi tempat pertama yang dikunjungi di Madinah, sebelum kemudian menginap di hotel dekat Masjid Nabawi.

Untuk beribadah di Masjid Nabawi, Salat dan berdo’a di Raudah dan menyampaikan Shalawat dan salam kepada Rasulullah merupakan sebuah kenikmatan dan kesempatan langka.

Dengan penuh perjuangan Harlin bersama seorang ibu yang sudah berumur, meskipun tertinggal rombongan akhirnya bisa shalat 8 rakaat di Raudhah.

Di tempat ini juga Rina berusaha untuk memaksimalkan shalat dan berdoa, sampai tidak sadar dompetnya sempat hilang, yang kemudian diketemukan kembali dengan bantuan askar yang berjaga disana. “Alhamdulillah pasporku kembali” ujar Rina.

Dari Madinah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan umrah. Karena bertolak dari Madinah hari sudah siang, tiba di Makkah sudah cukup malam, sehingga melaksanakan ibadah umroh dimulai sekitar pukul 22.00 malam.

Suasana haru luar biasa ketika pertamakali menginjakkan kaki di masjidil Haram, apalagi ketika melihat Ka’bah, tak terasa air mata haru mengalir begitu saja. Sekita jam 2 malam baru selesai melaksanakan umrah.

Kesempatan di Mekkah, selain digunakan untuk umrah, salat di Masjidil Haram, juga mengunjungi tempat tempat penting seperti Arafah, Jabal Rahmah, Jabal Tsur dan tempat lainnya.

Harlin dan rombongan umrah sangat bersyukur atas kesempatan istmewa ini. Ucapan terimakasih kepada Pembina, Ketua dan Pengurus Yayasan Perkasa Mandiri Cemerlang, yang telah memberi apresiasi yang sangat berharga, kepada pimpinan, guru dan karyawan, para siswa, serta oomite SD, SMP, SMA, dan orang tua siswa Sekolah Quran atas dukungan dan do’anya.

Semoga membawa keberkahan untuk Sekolah Quran Asy Syahid dan seluruh keluarga besarnya. Semoga ibadah umroh yang dilaksanakan mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

“Kami jamaah Umrah Asy Syahid mengucapkan Jazakumullah khairan katsiran kepada Abi, Ummi dan Asaatidz semua atas doa dan dukungan Alhamdulillah kami bisa melaksanakan umroh dengan lancar dan mudah-mudahan menjadi umrah yg mabrur. Semoga selanjutnya kami bisa melaksanakan ibadah Haji. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin,” tulis Sandi melalui WA.

Baca Juga : Hati-Hati! 438 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Terancam Dibekukan

“Alhamdulillah perjalanan 12 hari ini banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga kami dapatkan. Semoga dengan ibadah umroh ini, keimanan dan ketakwaan kami semakin meningkat begitu juga semakin bertambahnya cinta kita kepada Rasulullah,” tambah Abdul Qudus. (*)

Editor : Yosep