25 radar bogor

Gelar Karya Kearifan Lokal Ala Smanli, Sajikan Tarian hingga Makanan Tradisional Bogor

Kearifan Lokal
Kegiataan Gelar Karya Kearifan Lokal di lapangan SMAN 5 Kota Bogor pada Senin (5/2/2024). REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, SMAN 5 Kota Bogor kembali memamerkan hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) anak didiknya. Mereka mengemas projek itu dalam Gelar Karya Kearifan Lokal Kota Bogor bertajuk Lasanajan.

Baca Juga : Tutup La Sastra 5, SMAN 5 Kota Bogor Hadirkan Panji Sakti

Gelar Karya Kearifan Lokal pada Senin (5/2/2024) ini berlangsung meriah, berbagai makanan, minuman, hingga penampilan seni dipertontonkan dalam acara itu.

Ya, lapangan SMAN 5 Kota Bogor pada Senin (5/2/2024) pagi tampak sangat meriah. Terdapat tenda-tenda booth yang menyajikan aneka jenis makanan dan minuman khas Kota Bogor yang menggugah selera.

Penampilan yang dipertontonkan di atas panggung yang ada di sisi kanan lapangan juga tak kalah meriah. Berbagai penampilan tari, nyanyian, dongeng, hingga permainan tradisional secara bergantian menghibur ratusan pasang mata yang ada di sana.

Helaran meriah itu merupakan bagian dari acara Gelar Karya Kearifan Lokal Kota Bogor yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.

Kegiatan bertajuk Lasanajan itu merupakan acara puncak dari Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang selama 1 semester dipelajari para siswa.

Kepala SMAN 5 Kota Bogor, Dede Agus Suherman menjelaskan, Lasanajan merupakan implementasi atas materi-materi P5 yang dipelajari para siswa selama 6 bulan terakhir. Kegiatan ini mengemas berbagai kearifan lokal kota hujan sehingga dapat lebih dicintai oleh para siswa.

“Tujuan acara ini ialah agar para siswa lebih mencintai budaya-budaya terutama di Kota Bogor dan Jawa Barat. Program P5 memang mendorong para siswa supaya lebih kreatif. Kami memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas sehingga mereka tidak hanya pandai dari sisi akademis namun juga bertalenta,” jelas dia.

Implementasi P5 di sekolah ini sudah berjalan selama 2 tahun sejak pertama kali diberlakukannya Kurikulum Merdeka. Lasanajan dijalankan 600 siswa yang tengah duduk di bangku kelas 10 dan 11.

Baca Juga : Sungai Cidepit di Cilendek Bogor Amblas 6 Meter, 10 Keluarga Diungsikan

“Tahun lalu P5-nya terkait demokrasi implementasinya melalui pemilihan ketua OSIS. Sementara tahun ini terkait kearifan lokal. Mudah-mudahan para siswa semakin cinta pada kebudayaan Kota Bogor,” harap Dede. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep