25 radar bogor

Anak Dianiaya Ayah Kandung di Bogor. Tinggal dengan Ibu Tiri, Dipaksa Mengamen

Ilustrasi anak dianiaya ayah kandung di Parung
Ilustrasi anak dianiaya ayah kandung di Parung

PARUNG-RADAR BOGOR, Bunga (bukan nama sebenarnya) tak mau pulang ke rumahnya. Anak berusia tujuh tahun itu trauma setelah dianiaya ayah kandungnya. Ia pun memilih tinggal bersama gurunya. Rumahnya tidak jauh dari kontrakan ia bersama ayahnya tinggal.

Baca Juga : Tega, Seorang Ayah di Bogor Diduga Aniaya Anak Kandungnya, Berikut Faktanya

Staf Desa Cogrek Ahmad Lubis menceritakan, Bunga tinggal di sebuah kontrakan petak di bilangan Desa Cogrek, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Kontrakan itu berada tepat di pinggir jalan. Letaknya ada di paling ujung deretan kontrakan.

Di sana Bunga tidak hanya tinggal bersama ayah kandungnya. Di kontrakan itu ia tinggal bersama dengan ibu tiri serta tiga adik tirinya. “Sama ibu tirinya juga tinggal di sana,” kata Lubis kepada Radar Bogor Senin (5/2/2024).

Ia mengaku, pihak desa beserta Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Cogrek sudah mendatangi lokasi Bunga dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri.

Namun, ia tidak tahu persis penyebab sang ayah tega menganiaya anak dari hasil pernikahan dengan istri pertama itu. “Tapi kami langsung ke lokasi dan bawa korban ini ke Puskesmas,” tuturnya.

Sementara itu untuk sang ayah, pada Sabtu (3/2/2024) kemarin sudah dibawa polisi. Diperiksa atas dugaan penganiayaan anak kandungnya itu.

Perihal Bunga dipaksa mengamen, Lubis mengaku tidak begitu mengetahuinya. Ia belum pernah melihat Bunga mengamen. “Tapi, gurunya yang pernah melihatnya,” paparnya.

Kata dia, gurunya itu sempat mengikuti bunga saat mengamen dan merekamnya secara diam-diam. “Jadi gurunya ada bukti video saat korban ini mengamen,” paparnya.

Sementara itu, Ketua MPB ( Markas pejuang Bogor) Atiek Yulis mengaku geram dengan ulah ayah kandung yang tega menganiaya anaknya sendiri. Ia meminta agar pelaku dihukum berat.

“Apalagi ini ada dugaan ekploitasi anak. Selain dianiaya juga diduga dipaksa untuk mengamen,” katanya kepada Radar Bogor Senin (5/2/2024).

Baca Juga : Jalan Parung Panjang Segera Dibangun Kementerian PUPR, Dilelang Bulan Depan

Atiek meminta agar pelaku juga diperiksa kejiwaanya. Juga memeriksa ibu tirinya. Mengingat korban juga tinggal dengan ibu tirinya.

“Karena kalau seorang ayah yang normal, harusnya mencari nafkah mendidik dan melindungi keluarganya dengan baik, tapi ini malah sebaliknya,” paparnya. (all)

Reporter : Arifal
Editor : Yosep