25 radar bogor

Tidak Terdaftar di Disbudpar Bogor, MUI Ciawi Telusuri Soal Paguyuban Sir Buni Kasih

Gunung Pangrango
Penziarah yang tersesat di Gunung Gede Pangrango ditemukan dalam kondisi selamat, Senin (29/1/2024). Mereka merupakan Paguyuban Sir Buni Kasih. Foto Damkar For Radar Bogor

CIAWI-RADAR BOGOR, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor menyatakan belum mengetahui adanya keberadaan Paguyuban Sir Buni Kasih.

Seperti diketahui, Paguyuban Sir Buni Kasih dikenal setelah kasus tersesatnya 16 pendaki Gunung Pangrango, beberapa waktu lalu.

Para pendaki tersebut mengaku, tergabung dalam Paguyuban Sir Buni Kasih yang bermarkas di Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi.

Baca juga: Paguyuban Sir Buni Kasih di Ciawi Bogor Jadi Sorotan, Imbas Tersesatnya 16 Pendaki di Gunung Gede Pangrango

Salah seorang anggota paguyuban tersebut mengaku, bahwa Sir Buni Kasih merupakan sebuah kelompok budaya pecinta alam.

“Kalau itu tidak terdaftar di kita, yang diinventarisir di jita itu sanggar-sanggarnya,” ucap Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Yudi Santoso kepada Radar Bogor, Minggu (4/2).

Pihaknya mengaku memiliki daftar-daftar kelompok pegiat budaya yang resmi. Namun soal Paguyuban Sir Buni Kasih, Yudi mengaku baru mengetahui paguyuban tersebut.

“Kalau seperti itu bukan di kita, yang kita data itu sanggar-sanggar budaya, termasuk cagar budaya,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciawi Badru Kamal menyatakan tidak mengetahui mengenai paguyuban tersebut, sebelum diberitahu oleh MUI tingkat desa.

Sepengetahuannya, Paguyuban Sir Buni Kasih menyebarkan ajaran ilmu Sunda Wiwitan, yang bersumber dari ajaran Prabu Siliwangi.

Baca juga: Paguyuban Sir Buni Kasih

“Terindikasi ajaran sunda wiwitan, oleh MUI desa juga sudah dipantau beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk menelusuri lebih dalam terkait Paguyuban Sir Buni Kasih.

“Berkoordinasi lagi dengan MUI desa dan stake holder terkait, karena Paguyuban Sir Buni Kasih menyangkut masalah hukum,” tandasnya.(cok)

Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari