25 radar bogor

Dugaan Pemalsuan Dokumen TKI, Kantor Imigrasi Bogor Klarifikasi Duduk Perkaranya

Imigrasi Bogor
Kantor Imigrasi Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor diterpa kabar tak sedap mengenai dugaan penggunaan dokumen palsu seorang TKI inisial NM untuk berangkat ke keluar negeri.

Baca Juga : Antisipasi KPPS Sakit dan Meninggal, Atang Minta Pemkot Bogor Kerahkan Nakesling

Menjawab kabar tersebut, Kantor Imigrasi Bogor pun memastikan tidak ada pemalsuan dokumen data pemohon paspor TKI maupun masyarakat umum lain yang diproses di wilayah kerjanya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor Ruhiyat M. Tolib menegaskan, jajaran Imigrasi Bogor sangat berhati-hati dalam menerima pemohon paspor terutama bagi calon TKI untuk menghindari penyalahgunaan dokumen keimgirasian oleh oknum tidak bertanggungjawab.

“Terkait permohonan Paspor yang diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor atas nama NM ini, diinformasikan bahwa benar pemohon dengan data tersebut pemegang Paspor Republik Indonesia yang diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor,” kata Tolib melalui keterangannya pada Senin (29/1/2024).

Tolib selaku Kepala Kantor Imigrasi Bogor melalui surat dengan nomor W.11.IMI.IMI.3-UM.01.01-0445 pada hari Senin 29 Januari 2024 juga telah menklarifikasi terkait duduk perkara dugaan pemalsuan dokumen NM untuk pembuatan paspor tidak benar.

Tolib menegaskan bahwa, dalam penerbitan paspor tersebut sudah sesuai dengan ketentuan SOP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, Tolib menyampaikan pemohon dengan nama terkait saat mengajukan pembuatan paspor telah melampirkan KTP, Paspor Lama, disertai Akta Kelahiran, kartu keluarga dan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Bandung Barat saat pengajuan permohonan pembuatan Paspor sesuai prosedur.

“Tanggal lahir NM di KTP tidak sesuai dengan tanggal lahir pada Paspor terkini karena mengikuti data pada Paspor lamanya yang diterbitkan tahun 2015, serta Akta Kelahiran dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat sesuai permintaan pemohon,” papar dia.

Adapun, hasil wawancara pemohon mengajukan penggantian paspor untuk wisata dan memohon agar paspornya sesuai dengan akta lahir dan paspor lamanya.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 35 disebutkan bahwa “Dokumen Perjalanan Republik Indonesia berfungsi sebagai Dokumen Perjalanan antarnegara, bukti identitas diri, dan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia dari Pemegang Paspor yang bersangkutan saat berada di luar Wilayah ndonesia”.

Baca Juga : Pernah Dicap Intoleran, Kota Bogor Kini Masuk 3 Besar Kota Toleran Terbaik se-Indonesia

“Dari pasal tersebut dapat diketahui bahwa Paspor tidak memiliki fungsi sebagai Dokumen Ketenagakerjaan dan kepemilikannya merupakan tanggung jawab pemegangsepenuhnya,” tandas Tolib.(ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep