25 radar bogor

Terbukti Bersalah, Ketua BEM UI Diskors 1 Semester

Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Melki Sadek Huang dilaporkan karena telah melakukan kekerasan seksual kepada salah seorang mahasiswa UI dan hal tersebut terbukti benar.

DEPOK-RADARBOGOR, Nama Melki Sadek Huang mulai dikenal publik semenjak meluncurkan meme Megawati berbentuk Tikus dan komentar-komentar kritisnya perihal dunia politik di Indonesia. Akan tetapi ketenaran itu tidak berlangsung lama, pasalnya tak lama setelah itu Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Melki Sadek Huang dilaporkan karena telah melakukan kekerasan seksual kepada salah seorang mahasiswa UI dan hal tersebut terbukti benar. Oleh sebab itu, melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Indonesia No. 49/SK/R/UI/2024 ia diskors selama satu semester oleh Rektorat UI.

Baca Juga : Dorong Kecamatan Bogor Selatan Jadi Kawasan Destinasi Wisata Andalan, Bima Arya Bangun Komunikasi dengan Pihak Swasta

“Menetapkan sanksi administratif kepada Sdr. Melki Sedek dengan Nomor Pokok Mahasiswa 1906363000, berupa skorsing akademik selama 1 (satu) semester,” tulis SK yang ditandatangani Rektor UI Ari Kuncoro itu.

SK yang beredar di media sosial itu sudah dibenarkan Kepala Biro Humas UI Amelita Lusia. Dalam masa sanksi itu, Melki dilarang melakukan beberapa hal. Termasuk menghubungi, melakukan pendekatan, berada dalam lokasi berdekatan, dan/atau mendatangi korban.

Ia juga dilarang aktif secara formal maupun informal dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan pada tingkat program studi, fakultas, dan universitas.

“(Dan) berada di lingkungan kampus Universitas Indonesia,” tulis SK tersebut.

Selain itu, Melki juga dalam menjalani sanksinya wajib mengikuti konseling psikologis. Hal di saat itulah dirinya diperkenankan hadir/berada di lingkungan kampus Universitas Indonesia.

Baca Juga : Peringati Hari Gizi Nasional ke-64, RS Islam Bogor Gelar Lomba Masak

“Hanya pada saat harus menghadiri sesi-sesi konseling/edukasi tentang kekerasan seksual yang dilaksanakan secara khusus dengan tatap muka langsung di kampus Universitas Indonesia,” ungkapnya.

“Laporan hasil konseling yang telah dilakukan pelaku menjadi dasar bagi Rektor Universitas Indonesia untuk menerbitkan surat keterangan bahwa pelaku telah melaksanakan sanksi yang dikenakan,” sambungnya.

Terakhir, Melki juga wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan telah melakukan kekerasan seksual, menerima sanksi yang diberikan, dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut pada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.(JPG/Febby-PKL)

Editor : Yosep