25 radar bogor

Pemilu 2024 Beresiko Tidak Jurdil Akibat Rendahnya Literasi

Pemilu
Kertas suara untuk Pemilu diseleksi. HENDI/RADAR BOGOR

JAKARTA-RADAR BOGOR, Rendahnya angka literasi khususnya literasi digital dinilai dapat merugikan perhelatan Pemilu 2024. Pemerintah harus melakukan peningkatan terhadap literasi digital supaya pesta politik tahun ini terlaksana sesuai dengan prinsipnya.

Baca Juga: Bawaslu Diminta Periksa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Soal Pose 2 Jari dari Mobil Kepresidenan

Analisa tersebut disampaikan Praktisi Literasi Digital asal Jawa Timur Sulis Setianingsih. Dia mengatakan literasi digital menjadi ujung tombak mewujudkan pemilu 2024 yang jujur dan adil (jurdil) serta terpercaya. Menurut dia, literasi digital perlu ditingkatkan supaya pemilih dapat berpikir secara kritis. Khususnya untuk menganalisis informasi politik yang didapat dari penggunaan teknologi digital.

“Kurangnya pemahaman literasi digital dapat merugikan proses pemilihan,” kata Sulis pada seminar Literasi Digital Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) secara virtual Rabu (30/1). Sebab pemilih mungkin saja memilih berdasarkan informasi yang tidak tepat. Atau bahkan terpengaruh dari propaganda-propaganda digital.

Bukan hanya dari ketidaktepatan informasi politik yang didapat, Sulis mengatakan proses pemilu juga bisa dirugikan dari kurangnya kontribusi masyarakat dalam memahami konsep demokrasi, hak, dan kewajiban pemilih. Serta kemampuan untuk memilah dan memilih informasi yang terpercaya.

“Oleh karena itu, kita sebagai pemilih jangan hanya bertugas untuk memilih aja,” katanya. Tapi juga harus dibarengi dengan pemahaman isu-isu politik terhadap calon kandidat yang kuat. Serta memiliki sikap kritis dalam menganalisa informasi yang didapat agar proses pemilu ini juga jadi semakin lancar.

Baca Juga: Gibran: Pak Prabowo Role Model yang Menjembatani Anak Muda Pimpin Indonesia

Dalam kesempatan yang sama praktisi etika digital Ari Wahyudi menjelaskan pentingnya literasi digital dalam proses pemilu tidak hanya membawa manfaat bagi individu. Tetapi juga untuk kesehatan dan integritas keseluruhan sistem demokrasi. “Kita semua harus berperan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Karena dengan menggalangkan literasi digital ini juga menjadi kunci dalam keberhasilan pemilu tahun ini,” jelasnya.

Partisipasi aktif masyarakat dalam diskusi publik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan kunci keberhasilan pemilu. Karena jika tanpa adanya literasi yang baik, masyarakat bisa terombang-ambing oleh hoaks atau isu-isu politik yang keliru.

Sementara itu Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Kediri Faridatur Rofiah menyatakan tanggapannya mengenai pentingnya peran literasi digital sebagai salah satu jalan untuk mewujudkan pemilu 2024 yang jujur, adil, dan terpercaya. Baginya literasi digital jadi kunci dalam memberdayakan masyarakat untuk memahami proses pemilu.

Selain itu juga untuk mengidentifikasi informasi yang benar. Serta menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Masyarakat harus mengembangkan kemampuannya untuk memilah informasi. Kemudian mengidentifikasi sumber berita palsu. Serta memahami cara berita dapat disusun dengan benar. Karena dengan literasi media, masyarakat dapat lebih waspada dan kritis terhadap konten yang mereka konsumsi. Serta mengurangi resiko penyebaran hoaks selama periode pemilu.

Baca Juga: Ribuan Paper Ilmiah Ikuti AICIS Kemenag, Tema Besar Krisis Perdamaian di Palestina dan Ukraina

Kegiatan seminar Literasi Digital Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) bertema Menggalang Literasi Mewujudkan Pemilu yang Jujur dan Terpercaya itu, merupakan rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong akses yang setara terhadap teknologi digital di antara masyarakat. (jpg/sela-pkl)

Editor: Yosep