25 radar bogor

Dorong Kecamatan Bogor Selatan Jadi Kawasan Destinasi Wisata Andalan, Bima Arya Bangun Komunikasi dengan Pihak Swasta

Bima Arya Dorong Kecamatan Bogor Selatan Jadi Kawasan Destinasi Wisata Andalan

BOGOR-RADAR BOGOR, Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Selatan tahun 2024 yang berlangsung pada Selasa (30/1/2024), Wali Kota Bogor, Bima Arya mendorong daerah yang memiliki luas sekitar 30 kilometer persegi itu menjadi kawasan destinasi wisata andalan.

Gagasan itu bukan saja untuk dilakukannya untuk memikat banyak wisatawan yang berkunjung, namun juga mendongkrak Pendapatan Asli daerah (PAD) Kota Hujan, Bogor.

“(Kecamatan) Bogor Selatan akan menjadi destinasi wisata. Dengan catatan bisa membangun komunikasi dengan PT GNA, pemilik 180 hektar (lahan) di Bogor Selatan. Harus disesuaikan mana yang bisa land banking, diseqa, ditata, dan dibolehkan untuk dikrmbangkan oleh PT GNA,” ujar Bima.

Baca juga: Dedie A. Rachim jadi Kader PAN, Bima Arya: Akan Berjuang Bersama

Dirinya juga berpendapat perlu adanya integrasi pada konsep-konsep destinasi wisata yang telah terbangun di Kecamatan Bogor Selatan. Seperti halnya wisata alam nuansa pertanian di Mulyaharja dan nuansa bersejarah di Batutulis. Rencana ini juga disebutnya dibarengi dengan akselerasi Bogor Inner Ring Road (BIRR).

“Semua harus terintegrasi. Perencanaan dimatangkan dalam 80 hari ke depan. Saya akan lebih banyak komunikasi dengan pihak GNA untuk mematangkan perencanaan Bogor Selatan ke depan,” janji Bima.

Hal itu penting dilakukan sebab ia memandang pembangunan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja namun juga memerlukan kerja sama dengan pengembang.

Dalam Musrenbang tersebut Kecamatan Bogor Selatan mengusulkan sebanyak 128 kegiatan, meliputi 107 usulan di bidang fisik, 4 di bidang ekonomi, 10 di bidang sosial budaya, dan 7 sisanya di bidang pemerintah.

Baca juga: Hadiri Kampanye PAN, Dedie A Rachim Pakai Rompi Biru, Bima Arya : Kader Kebanggaan

Camat Bogor Selatan, Irman Khaeruddin menuturkan bidang fisik yang diusulkan pihaknya antara lain pembangunan kantor Kelurahan Pakuan yang hingga saat ini statusnya masih menyewa, program pengentasan buang air besar sembarangan (BABS), drainase, jalan setapak, dan tembok penahan tanah (TPT).

Dirinya juga meminta adanya intervensi pada lokasi-lokasi yang rawan bencana serta kekurangan sarana prasarana yang masih terjadi di sekolah-sekolah.

“Itu sudah kami sambungkan tersendiri, ada beberapa memang sekolah sekolah yang masih kekurangan sarpras baik itu untuk gedungnya kekurangan ruangan belajar sudah kita sampaikan kepada dinas pendidikan. Mudah mudahan tahun ini dan tahun depan bisa terealisasi,” terang dia. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari