25 radar bogor

Tawuran di Mulyaharja Dipicu Saling Ejek, Polisi Beberkan Peran Kelima Pelaku

Pelaku Tawuran
Lima pelaku tawuran di Mulyaharja digiring petugas saat press rilis di Polres Bogor. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Polresta Bogor Kota membeberkan peran kelima pelaku tawuran yang menyebabkan korban berinisial MR (19) meninggal dunia di Cibereum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Baca Juga : Lima Pelaku Tawuran yang Tewas Remaja 19 Tahun di Mulyaharja Dibekuk

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Lutfhi Olot Gigantara mengatakan, kasus tawuran yang menyebabkan korban meninggal dunia ini dipicu saat kedua kelompok Hayoloh dengan Town City saling ejek saat live Instagram.

Keterangan itu didapat berdasarkan dari keterangan yang disampaikan pelaku bahwa motif tawuran tersebut sebenarnya karena saling ejek.

“Kebetulan dari kelima yang diamankan salah satunya admin Hayoloh,” kata Kompol Lutfhi Olot Gigantara.

Setelah live Instagram itu, kedua kelompok tersebut janjian untuk bertemu di lokasi kejadian dengan menyiapkan senjata tajam (sajam).

“Jadi mereka sudah mempersiapkan diri untuk aksi penyerangan, motivasinya hanya ingin menunjukan keberadaan dari kelompok mereka,” papar dia.

Sebelum melakukan aksi tawuran sekitar pukul 02.00 WIB mereka berkumpul di jalan dekat sawah daerah Kota Batu Ciomas tempat kelompok Hayoloh biasa berkumpul.

Kemudian pada pukul 04.30 WIB, mereka menonton live instagram akun kelompok Stone City yang merupakan kelompok korban.

Saat itu korban mengejek usaha thrift atau jual baju kelompok Hayoloh dan menantang mereka untuk malaksanakan aksi tawuran.

Ajakan itu membuat kelompok Hayoloh emosi dan dendam, pada pukul 05.00 WIB mereka berangkat menuju lokasi yang telah ditentukan dengan membawa senjata tajam berupa celurit dan golok tramontina yang telah disiapkan sebelumnya.

Kemudian terjadilah aksi tawuran antara kelompok Hayoloh dan Kelompok Stone City, di mana korban MR mendapat luka akibat senjata tajam pada bagian kaki dan badan yang kemudian mengakibatkan korban meninggal dunia.

Setelah aksi tersebut para pelaku pulang ke rumah masing-masing, membuang barang bukti di sekitar sawah.

Kemudian, mereka juga sempat bersembunyi ke salah satu rumah pelaku, hingga akhirnya melalui hasil penyelidikan tim dan dibantu masyarakat akhirnya kelima pelaku ini dapat diamankan dan dibawa ke Mako Polresta Bogor Kota.

Adapun peran kelima pelaku yang ditangkap, pertama MAA, DWS, DMI berperan untuk menyerang dan melukai korban.

Baca Juga : Polresta Bogor Kota Beri Vitamin hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Petugas Sorlip

Sedangkan, MFA dan DA yang merupakan pelaku anak masih di bawah umur tersebut berperan menonton aksi tawuran berdarah tersebut di atas motor. “Kelima pelaku ini ditangkap di Ciomas,” ucap dia.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat pasal 170 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep