25 radar bogor

Potensi TPS Rawan Bencana hingga Blank Spot Masih Tinggi, Panwascam Bogor Selatan Lakukan Hal Ini

Illustrasi Foto, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membuka rekrutmen untuk pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam rangka Pemilu 2024.

BOGOR-RADAR BOGOR, Jajaran Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Bogor Selatan melakukan inventarisasi TPS yang kemungkinan terganggu akibat bencana dan blankspot saat hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal itu disampaikan anggota Panwascam Bogor Selatan Bidang Pencegahan Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Nurhayati saat press rilis pengawasan masa kampanye pada Pemilu 2024 di Kantor Panwascam Bogor Selatan, Kota Bogor pada Senin (29/1).

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Dinkes Bakal Sebar 1.400 Nakes di 15.228 TPS

Nurhayati mengaku telah mengkategorikan sedikitnya ada lima kerawanan Pemilu 2024, potensi pertama adalah terkendala jaringan internet.

Karena saat ini ketika selesai melakukan proses perhitungan suara KPPS akan melakukan upload ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi, atau yang dikenal sebagai Sirekap.

Sedangkan untuk laporan pengawasan akan melakukan upload foto dan data melalui Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) yang merupakan salah satu sistem alat bantu yang digunakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Tentunya memerlukan internet yang kuat, dan untuk pasukan pengawas TPS dari kami itu akan mengupload foto dan laporan melalui Siwaslu jadi aplikasi dari Bawaslu untuk pengawas TPS siwaslu, KPPS adalah Sirekap,” kata Nurhayati.

Menurut dia, Jajaranya sudah melakukan pemetaan indeks kerawanan TPS terkait mana saja yang akan terkendala jaringan internet, yakni di Kelurahan Kertamaya tersebar di TPS 17, kemudian di Kelurahan Lawanggintung ada di TPS 17, 18.

Kemudian, Kelurahan Muarasari ada di TPS 21, 22, Kelurahan Mulyaharja ada di TPS 6, 7, Kelurahan Pamoyanan tersebar di TPS 38, 43, 44, dan Kelurahan Rncamaya di TPS 19.

“Semua ini terkendala jaringan internet, kemudian kedua ada juga TPS yang rawan terkendala jaringan listrik dan penerangan apabila perhitungan suara sampai Magrib atau Malam, tersebar di Kelurahan Lawanggintung di TPS 4, 5, 6, 7, dan 8 dan di Kelurahan Muarasari di TPS 21, 22,” jelas Nurhayati.

Kemudian, ketiga jajaran Panwascam Bogor Selatan juga sudah memetakan TPS yang rawan bencana alam yakni tersebar di Kelurahan Batutulis tepatnya di RW 10 karena posisi di pinggir sungai yakni TPS 23, 28, 29, termasuk di Rancamaya TPS 4.

Pemetaan keempat terkait kerawanan Pemilu 2024 adalah TPS yang sulit untuk di jangkau oleh masyarakat.

Adapun, untuk TPS yang sulit terjangkau ini ada di Kelurahan Rancamaya tepatnya di Kampung Ciomas.

Menurut dia, lokasi TPS ini sudah diakses dan terlalu jauh untuk menuju TPS 19 yang ada di Rancamaya ini.

Kemudian terakhir, indeks kerawanan TPS kelima adalah terkait DPTb adalah singkatan dari Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilih Khusus yakni ada di Kecamatan Bogor Selatan yakni Kelurahan empang dan Kelurahan Bojongkerta.

Nurhayati menjelaskan, temuan ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang melaporkan ke Jajaran Panwascam Bogor Selatan.

Saat itu, temuan tersebut langsung ditindak lanjuti ke Bawaslu bahkan sudah merekomendasikan langsung ke KPU.

Baca juga: Dapat e-KTP, Ribuan Siswa SMKN 1 Cibinong Jadi Pemilih Pemula

Berdasarkan catatanya, ada 74 orang yang tidak masuk DPT di kelurahan Empang dan 25 orang berada di Kelurahan Bojongkerta.

Di mana, pada saat Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Akhir nama yang bersangkutan masih tercantum namun karena terkendala jaringan akhirnya tidak masuk ke DPT.

“Saat ini sudah kami proses dan informasikan atas laporan yang tidak masuk DPT, jadi kasus itu awalnya diketahui pada saat mau menjadi petugas KPPS ternyata dicek DPT online tidak ada, akhirnya melaporkan ke PKD terdekat, dan melaporkan ke kami dan kami sudah merekomendasikan ke lewat Bawaslu Kota dengan KPU, dan hasilnya masyarakat tersebut dimasukkan ke dalam DPK,” tandas Nurhayati.(ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari