25 radar bogor

Lima Pelaku Tawuran yang Tewas Remaja 19 Tahun di Mulyaharja Dibekuk

Tawuran
Lima pelaku tawuran di Mulyaharja digiring petugas saat press rilis di Polres Bogor. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Polresta Bogor Kota menangkap lima pelaku tawuran yang menyebabkan remaja berinisial MR (19) meninggal dunia di wilayah Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Baca Juga : Dedie A. Rachim jadi Kader PAN, Bima Arya: Akan Berjuang Bersama

Adapun, aksi tawuran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia ini terjadi pada Minggu 21 Januari 2024. Dalam peristiwa itu, diketahui korban mengalami sabetan senjata tajam pada bagian betisnya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, tawuran bermula dari dua kelompok Hayoloh dengan Town City yang saling menantang dan mengejek satu sama lain.

“Jadi kedua kelompok ini saling mengejek satu sama lain, dan bersepakat untuk bertemu tawuran,” kata Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Dari aksi saling ejek tersebut, pada Minggu 21 Januari 2024 mereka sepakat untuk bertemu dan terjadilah aksi tawuran. Di mana akibat tawuran itu korban dari salah satu pihak berinisial MR meninggal dunia.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Polisi langsung bergerak cepat dengan menangkap 5 orang pelaku yang terdiri dari 3 orang dewasa, dan dua anak di bawah umur.

“Kami amankan juga alat (barang bukti sajam) untuk melakukan tindak pidana berupa golok yang digunakan untuk menyerang korban, hingga mengakibatkan meninggal dunia,” ucapnya.

Atas perbuatanya, pelaku tawuran tersebut dijerat pasal 170 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Diana Susilowati menjelaskan, korban saat itu mengalami sabetan senjata tajam pada bagian betisnya. “Jadi sebenernyakan kena kakinya, kena betisnya,” jelasnya.

Saat itu, korban sebenarnya sempat melarikan diri masuk ke dalam selokan. Nahas, korban diduga kehabisan darah sehingga meninggal dunia saat di bawa rumah sakit.

Baca Juga : Sempat Duel dengan Polisi, Kapolresta Bogor Kota Ungkap Fakta Lain

“Diselokan itu mungkin kehabisan darah, jadi temennya itu udah kabur, temennya nolong, jadi mungkin kehabisan darah. Informasinya emang kehabisan darah pas dibawa ke rumah sakit itu. Jadi meninggalnya pas dibawa ke rumah sakit,” tandas Kompol Diana Susilowati. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep