25 radar bogor

Sayaga Sewakan Lahan Rest Area Gunung Mas Untuk Pasar Malam

Sayaga Wisaya menyewakan lahan parkir Rest Area Gunung Mas Puncak untuk membuka Pasar Malam.

CISARUA-RADAR BOGOR, Sayaga Wisaya menyewakan lahan parkir Rest Area Gunung Mas Puncak untuk membuka Pasar Malam.

Belum selesai dengan persoalan pedagang yang meninggalkan kios, kini badan usaha milik pemda itu malah memberikan ruang bagi pengusaha pasar malam di Rest Area Gunung Mas.

Dari pantauan, tenda-tenda pasar malam mulai dipasang di area parkir depan Rest Area Gunung Mas. Informasi yang diterima, pasar malam tersebut akan segera beroperasi dalam waktu dekat.

Baca juga: Nongkrong di Rest Area Gunung Mas, Segini Harga Kopi dan Mie Rebus

Kabar itu dibenarkan Direktur Utama Sayaga Wisata, Supriadi Jufri kepada Radar Bogor. Menurutnya, penyewaan lahan rest area untuk pengusaha pasar malam itu merupakan upaya pihaknya meramaikan Rest Area Gunung Mas.

“Salah satu upaya adalah bagaimana supaya meramaikan, supaya pedagang juga tertarik, itulah pasar malam kita uji coba,” ucapnya, Jum’at (26/1).

Saat ini, Supriadi menjelaskan, dari sekitar 100 pedagang yang mengisi kios Rest Area Gunung Mas sebagian besar telah meninggalkan kios.

Sebab, mereka lebih memilih untuk berjualan di sisi ruas Jalan Raya Puncak yang lebih banyak dikunjungi wisatawan. Melihat hal tersebut, pihaknya harus memutar otak agar bagaimana menarik wisatawan untuk datang ke Rest Area Gunung Mas.

“Salah satunya adalah kita trial untuk coba pasar malam. Kenapa harus dilakukan itu, karena Sayaga ini sekarang tidak punya penghasilan tapi costnya keluar terus,” ungkap Supriadi.

Uji coba pasar malam ini, kata dia, dilakukan selama satu bulan. Jika dalam waktu tersebut mendapat antusias tinggi, maka pasar malam itu akan terus beroperasi.

“Karena bagaimana pun rest area ini harus ada tempat wisatanya, harus ada daya tarik. Kan kita ingin menjadikan rest area itu sebagai pusat wisata kuliner Puncak, maka salah satunya kita coba itu,” jelasnya.

Mengenai harga sewa yang diberikan Sayaga, Supriadi enggan menjawab. Menurutnya, secara etika pihaknya tidak boleh menyebutkan harga sewa yang diberikan ke pengelola pasar malam.

“Sebaiknya ditanyakan kepada si penyewa, bukan kami tidak terbuka, tapi ada etika dagang yang harus kita jaga,” tandasnya.(cok)

Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari