25 radar bogor

Meski Dapat Predikat Terbaik, Stunting dan BABS Masih Jadi PR di Kecamatan Bogor Barat

Stunting
Musrenbang Kecamatan Bogor Barat Tahun 2024 Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025 yang berlangsung pada Rabu (24/1/2024). Stunting dan BABS masih jadi masalah di Bogor Barat.

BOGOR-RADAR BOGOR, Persoalan balita stunting dan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi persoalan yang belum bisa dituntaskan di Kecamatan Bogor Barat.

Baca Juga : Tangani Stunting, Pemkot Bogor Ajak Pelaku Usaha Kolaborasi

Dari total 82.372 keluarga yang bernaung di Kecamatan ini, terdapat 520 balita menderita stunting dan 5734 rumah yang masih BABS.

Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi mengatakan, pihaknya masih terus berupaya menangani 2 persoalan ini lewat berbagai program inovasi dan kolaborasi.

“Di tahun 2023 kemarin, kami sangat konsern menangani stunting. Alhamdulillah kami mendapat peringkat terbaik paling banyak menjalin kolaborasi se-Kota Bogor untuk mengentaskan stunting,” ujar Dudi di Acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Barat Tahun 2024 Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025 yang berlangsung pada Jumat (26/1/2024).

Ia menyebut, upaya ini memberikan efek yang cukup signifikan. Angka stunting yang awalnya berjumlah 601 anak di Februari 2023. Kini menurun 13,4 persen, sehingga jumlah balita stunting saat ini sebanyak 520 anak.

Baca Juga : Kerusakan di Terminal Bubulak Lambat Ditangani, Ini Kata Bima Arya

Penurunan juga terjadi pada kasus BABS. Dirinya mengatakan kasus BABS di wilayahnya turun sebanyak 27,2 persen dari 7872 rumah menjadi 5734 rumah.

“Upaya penurunan akan kami lanjutkan di tahun 2024. Memang tidak mudah, tapi masih dilakukan bersama-sama semua pihak melalui kerja sama pentahelix,” garansinya. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep