25 radar bogor

Warga Protes Minta Peternakan Ayam di Gunung Sindur Ditutup

Ratusan warga berunjuk rasa di peternakan ayam di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

GUNUNG SINDUR-RADAR BOGOR, Ratusan warga berunjuk rasa di peternakan ayam di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Warga protes dan meminta operasional peternakan diberhentikan, karena berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan.

“Kita menolak terkait perpanjangan izin, baik itu bentuk izin lingkungan maupun izin usaha. Kita mengaspirasikan masyarakat disini untuk menutup kandang ternak yang sudah banyak sekali merugikan warga,” kata Koordinator aksi sekaligus anggota karang taruna Desa Pedurenan, Yoga Febriantala, Kamis (25/1).

Baca juga: Peternakan Ayam Milik Warga di Pamijahan Hangus Terbakar

Selain itu, kata Yoga, keberadaan ternak ayam dalam skala besar harus jauh dari pemukiman. Sementara keberadaan ternak di Desa Pedurenan hanya sekitar 10 meter dengan pemukiman warga.

“Selain itu diatur juga dalam undang-undang, seharusnya jarak antara peternakan dan pemukiman. Kalau disini kan jarak dengan pemukiman warga itu hanya sekitar 10 meter,” kata Yoga.

Yoga menyebut, perwakilan warga dan Pemerintah Desa Pedurenan sempat bertemu dengan pihak peternakan untuk mediasi.

Dalam pertemuan itu, pihak pemilik menyatakan siap menghentikan operasional peternakannya.

“Setelah mendengarkan aspirasi, pemilik ternak siap menghentikan operasional ternaknya, tapi dia minta waktu 30 hari untuk kemas-kemas barang,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Pedurenan Rali Hidayat menambahkan, selama menjabat pihaknya belum mengeluarkan izin.

“Kalau keinginan masyarakat apa boleh buat, dan kami mengikuti keinginan masyarakat agar tetap kondusif,” pungkasnya.

Terpisah, Wakapolsek Gunung Sindur AKP Lukito Sadoto mengatakan, dari hasil mediasi pihak perusahaan telah bersedia menutup operasional peternakan ayam tersebut.

“Namun untuk detailnya nanti pihak perusahaan akan mengajak perwakilan warga terdampak, musyawarah di kantor desa setempat,” kata dia.(Abi)

Penulis: Jaenal
Editor: Rany Puspitasari