25 radar bogor

Percepatan Jalur Puncak II, Begini Kata Anggota DPR RI Mulyadi

Puncak
Pengendara motor menelusuri Jalan Raya Puncak 2, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembangunan Jalan alternatif tersebut terus diupayakan guna memecah kepadatan kendaraan di Jalan Raya Puncak, Cisarua. Foto : Radar Bogor / Hendi Novian

SUKAMAKMUR – RADAR BOGOR, Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi terus mendorong percepatan pembangunan Jalur Puncak II, untuk tahun 2024 masih menunggu lelang dengan pengajuan anggaran sebesar Rp120 miliar lebih.

Baca Juga : Tabrakan Beruntun di Puncak, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

“Untuk solusi beban Puncak, kita maksimalkan untuk lewat inpres jalan daerah Sukamakmur,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI, Mulyadi ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/1/2024).

Mulyadi menjelaskan, kalau kawasan Puncak existing jadi jalur wisata, nanti pihaknya akan perjuangkan dari exit Citeureup masuk ke arah Sukamakmur lanjut ke jalur Hanjawar.

“Nantinya itu menjadi alternatif lintasan dan itu akan diselesaikan di APBN 2024 ini untuk sampai Citeureup,” ungkap Mulyadi.

Bahkan dirinya juga sudah mengingatkan Presiden Joko Widodo dan menteri PUPR pada saat peresmian Jalan Cinere Pamulang. “Beliau (Presiden Joko Widodo) pun setuju dan meminta segera dilanjutkan sampai Citeureup,” tegasnya.

Nanti akan dilelang dulu anggarannya, tapi proyeksinya hampir Rp100 sampai Rp120 miliar lebih. “Kalau yang solusi jangka panjang itu masih dalam kajian, apakah itu Tol Puncak atau revitalisasi existing dengan opsi lain seperti bunderan, flyover,” katanya.

Baca Juga : Hilang Kendali, Wisatawan Tewas Terlindas Bus di Jalur Puncak

Sekarang yang sedang dalam kajian adalah Tol Puncak. Ada dua opsi, pertama masuk Bocimi Caringin, opsi kedua Sumarecon lurus terus sampai Gunung Mas untuk etape satu. “Keduanya Gunung Mas ke Hanjawar, kemudian ke Cipanas baru ke Cianjur,” katanya. (abi)

Reporter : Jaenal Abidin
Editor : Yosep