25 radar bogor

Atap SDN Polisi I Ambruk Tak Kunjung Diperbaiki, DPRD : Jangan Dibiarkan

SDN Polisi I
Kondisi salah satu ruangan kelas SDN Polisi I Kelurahan Paledang, yang ambruk. REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Perbaikan empat ruang kelas SDN Polisi I yang sebelumnya ambruk hingga kini tak kunjung ada perbaikan. Padahal, Wali Kota Bima Arya sendiri telah menginstruksikan agar dinas terkait segera memperbaiki ruang kelas tersebut sejak peristiwa itu terjadi Rabu (3/1/2024) lalu.

Baca Juga : SDN Polisi 1 Diterjang Angin Kencang, 4 Ruang Kelas Ambruk

Hal itu diketahui usai Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin mendatangi sekolah yang berada di pusat Kota Bogor alias Kecamatan Bogor Tengah itu.

Politisi Gerindra itupun mendatangi SDN Polisi I usai mendapat pengaduan dari orangtua siswa, baik secara langsung maupun aspirasi ke DPRD.

“Harusnya kondisi seperti ini menjadi perhatian lebih dari dinas terkait. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena ini menyangkut dengan pendidikan generasi bangsa,” kata Zenal kepada wartawan, Kamis (25/1/2024).

Zenal menegaskan bahwa, seharusnya perbaikan empat ruang kelas itu bisa dilakukan menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Sebab, ambruknya atap empat ruang kelas itu karena faktor bencana alam.

“Harusnya dinas langsung berkoordinasi dan mengeksekusinya menggunakan BTT. Apalagi tahun ini BTT dianggarkan Rp98 miliar,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa seharusnya dinas terkait bergerak cepat dan bersinergi dengan OPD lain, agar penghapusan aset dapat segera dilakukan. Sehingga perbaikan empat ruang kelas itu tidak berlarut-larut.

“Ini kan kondisi mendesak, harusnya penghapusan aset dapat berjalan beriringan dengan revitalisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Polisi I, Tati Sukmawati mengatakan, akibat ambruknya atap empat ruang kelas itu, berdampak terhadap 12 rombongan belajar (rombel) yang diisi oleh 850 murid. “Jadi kami buat enam rombel pagi, enam rombel siang,” tegasnya.

Selain itu, sambung Tati, pihaknya membuat tiga shift kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dimulai dari pukul 07.00-09.00 WIB, 09.00-12.00 WIB, dan 12.00-14.00 WIB.

“Untuk kelas empat dan lima. Jadi ada penyesuaian jam KBM, kelas 6 hanya belajar tiga jam, sementara yang lain hanya belajar dua jam,” katanya.

Baca Juga : SDN Polisi 1 Rusak Diterjang Angin Kencang, Kerugian Capai Rp300 Juta

Kendati demikian, kata Tati, sekolah tetap memastikan hal pendidikan terhadap siswa terpenuhi dengan cara memberikan tugas setiap harinya, dan orangtua murid harus memberikan laporan terkait tugas anak. “Hak siswa tetap kami penuhi, tetapi kami ingin bangunan ini segera diperbaiki,” harap dia.

Berdasarkan pantauan lapangan, kondisi keempat ruangan kelas yang berada di lantai 2 itu sangat memprihatinkan, sejumlah material atap yang ambruk hingga kini belum dirapihkan. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep