25 radar bogor

Trash Interceptor, Alat Penyaring Sampah Ciptaan Mahasiswa IPB. Terinspirasi dari Coldplay!

Trash Iterceptor
Mahasiswa IPB University menciptakan alat serupa bernama Trash Interceptor yang tujuannya mengatasi masalah sampah di Situ Gede.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kontribusi Band Coldplay dan organisasi The Ocean Cleanup yang sukses menangani persoalan sampah di Cisadane lewat perahu interceptor Neon Moon II, menginspirasi mahasiswa IPB University. Mereka menciptakan alat serupa bernama Trash Interceptor yang tujuannya mengatasi masalah sampah di Situ Gede.

Baca Juga : IPB University Terima 182 Peserta Program PMM Batch 4 Tahun 2024

Ya, sampah-sampah yang mengambang bebas di permukaan air Situ Gede mengusik pandangan Sandi Octafriandy dan 9 rekannya. Para mahasiswa IPB University yang tergabung dalam kelompok KKN Tematik Kelurahan Situgede itu pun terdorong untuk melakukan perubahan.

Mereka kemudian mengadopsi konsep perahu interceptor Neon Moon II yang dihadirkan Band Coldplay dan organisasi The Ocean Cleanup untuk membersihkan Sungai Cisadane tahun lalu.

Setelah beberapa kali diskusi, Sandi dan teman-teman kemudian merakit alat trash interceptornya sendiri dengan barang-barang yang lebih sederhana.

Sebanyak 30 jerigen disusun memanjang sebagai pelampung. Deretan jerigen itu kemudian disambungkan dengan jaring yang memiliki lebar 0,5 meter untuk menangkap sampah-sampah dari saluran inlet Situ Gede.

Sementara itu, untuk menahan sampah yang terjaring tidak lari kemana-mana, alat trash interceptor ini dipasang timah di bagian bawahnya sebagai pemberat.

“Alat ini berfungsi untuk menahan sampah dari inlet agar tidak menyebar ke Situ Gede. Karena kalau sampai tersebar akan sulit membersihkannya. Kami berharap alat ini bisa mempermudah masyarakat menjaga kebersihan Situ Gede supaya tidak tercemar dan kehidupan di bawahnya bisa terus terjaga,” terang Sandi.

Ia menilai, Situ Gede punya potensi yang besar. Terlebih dari sisi pariwisata yang bisa mendorong perekonomian masyarajat. Oleh karena itu aspek kebersihan dinilainya sangat penting untuk dijaga.

Setelah dipasang selama sepekan alat trash interceptor ini berhasil menjaring sebanyak 5 karung sampah. Sampah-sampah itu kemudian diangkut dan dipilah sesuai jenis untuk kemudian dibuang ke tempatnya.

“Konsep alat ini bisa jadi contoh di danau atau sungai lain. Pemerintah Daerah bisa membuat alat ini untuk mengatasi persoalan sampah yang kerap dikeluhkan dan mengakibatkan banjir. Apalagi pemerintah punya anggaran yang lebih besar sehingga alat yang dihasilkan bisa lebih bagus kualitasnya,” ucap Sandi.

Sandi menerangkan kelompok KKN Tematiknya yang beranggotakan Qisthi Radifan, Ikhrima Quolia, Agis Triono, Rahmah Muthiah Abdul Kholiq, Gilang Indracakti Prawira, Ikhda Dhiya Asyaroh, Margaretha, Elda Nurwidayanti, Muhammad Dandi Saputra itu bertugas di Kelurahan Situgede selama 40 hari hingga akhir Januari 2024.

Baca Juga : Cek, Daya Tampung Mahasiswa Baru Jalur SNBP dan SNBT di IPB University

Selain menciptakan trash interceptor, mereka juga menjalankan tiga program lain. Di antaranya mengajar dengan metode praktikum, memajukan UMKM, dan mengembangkan website kelurahan. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep