25 radar bogor

Rumah Sakit Khusus Kanker Segera Hadir di Bogor, di Sini Lokasinya

Rumah Sakit Kanker
Acara ground breaking RS JHC Kanker Bogor (Bogor Heart and Cancer Center) dan fasilitas produksi radiofarmaka, di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (24/1/2024) pukul 10.00 WIB.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kota Bogor akan segera memiliki rumah sakit khusus Kanker, yakni RS JHC Kanker Bogor (Bogor Heart and Cancer Center). Jika tidak ada kendala, rumah sakit kanker pertama di Jawa Barat ini, akan mulai beroperasi 2025 mendatang.

Baca Juga : Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, 486 Anak di Sukamakmur Divaksin HPV

Hal tersebut terungkap dalam acara ground breaking RS JHC Kanker Bogor (Bogor Heart and Cancer Center) dan fasilitas produksi radiofarmaka, di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (24/1/2024) pukul 10.00 WIB.

Acara peletakan batu pertama rumah sakit di bawah naungan Kardia Group ini, dihadiri langsung Wali Kota Bogor Bima Arya, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah, para pemangku kepentingan, termasuk petinggi perusahaan, tenaga medis, dan tokoh masyarakat setempat.

Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal Kardia Group mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan kesehatan nasional melalui pembangunan RS Bogor Heart and Cancer Center yang akan menjadi pusat unggulan dalam penanganan penyakit kanker, penyakit yang menjadi masalah yang pelik dan masih menjadi salah satu penyebab kematian di masyarakat.

Pres conference Acara ground breaking RS JHC Kanker Bogor (Bogor Heart and Cancer Center) dan fasilitas produksi radiofarmaka, di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (24/1/2024) pukul 10.00 WIB.

Komisaris Utama Kardia Group Dr. dr. Fathema Djan Rachmat Sp.B., Sp.BTKV(K)., MPH menyatakan, penyakit kanker masih menjadi perhatian di Indonesia, dimana Kanker masih menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia, dan 9.6 juta kematian pada setiap tahun.

Diperkirakan, 70% kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Berdasarkan Globocan 2020, kasus baru kanker di Indonesia adalah sebanyak 396.314 kasus dengan kematian sebesar 234.511 orang. Salah satu faktor terjadinya mortalitas yang tinggi adalah 70% dari pasien kasus baru datang dengan kondisi stadium 3 atau lebih.

“Kami di Kardia Group berkomitmen untuk menghadirkan suatu konsep masa depan atau “New Mind” pada pelayanan kanker. New Mind berarti mindset yang baru dalam melayani pasien, fasilitas yang canggih, khususnya precision medicine yang membantu pasien untuk mendapatkan early diagnosis, sehingga pasien mendapatkan terapi yang tepat dan pada akhirnya meningkatkan outcome daripada kesehatan pasien itu sendiri,” tuturnya.

RS ini akan dilengkapi oleh berbagai fasilitas yang modern seperti hadirnya mesin Digital PET CT yang merupakan generasi terbaru PET CT yang memungkinkan proses scanning menjadi sangat cepat dibawah 10 menit dan dikombinasikan dengan mesin SPECT CT.

Hadirnya dua mesin ini akan membantu diagnostik menjadi lebih presisi pada pasien kanker dan dapat melakukan Theranostics (Therapeutics and Diagnostics) dan molekuler sebagai targeted cell therapy yang menjadi salah satu terapi pengobatan di masa depan.

Disamping itu, untuk melengkapi kemampuan precision diagnostic, RS ini juga dilengkapi dengan MRI 1.5 T, CT-Scan 256 Slices, Mammography, ABUS, Digital X-Ray, Mobile X-Ray, Bone Densitometry, Endoskopi, Biopsi Minimal Invasive untuk Prostat dan Breast menggunakan Biobot dan Mammotome dan alat kebutuhan untuk diagnostic lainnya.

Sementara itu, khusus untuk therapy, RS Bogor Heart and Cancer Center menyediakan 2-unit Linear Accelerator untuk radiasi eksternal dan Brachytherapy untuk radiasi internal.

Untuk melengkapi pelayanan yang ada, RS Bogor Heart and Cancer Center tetap memberikan alternatif therapy lain seperti adanya Immunotherapy dan Stem Cell Therapy yaitu Immuno Cell Therapy, aaPRP dan Stromal Vascular Fraction dan juga terapi kanker melalui Chemotherapy.

Seluruh layanan di RS Bogor Heart and Cancer Center akan didukung oleh SDM yang handal dan expert di bidangnya. Diharapkan RS ini mampu memberikan perawatan holistik dan terpadu bagi pasien yang mengutamakan kualitas perawatan yang baik bagi pasien.

Terpisah, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan dukungannya dan apresiasi atas perhatian dipilihnya Kota Bogor menjadi lokasi pembangunan rumah sakit khusus kanker, RS JHC Kanker Bogor (Bogor Heart and Cancer Center).

Bima menyebut dengan hadirnya Bogor Heart and Cancer Center, dapat menjawab kegalauan dan pertanyaan bagi warga Kota Bogor mengenai fasilitas kesehatan maksimal, khususnya jantung dan kanker.

“Di Kota Bogor kasus penyakit kanker baru menjadi 20 ribu per tahun. Sementara jantung sekitar 15 ribu dan angka ini terus meningkat. Hadirnya rumah sakit ini salah satu berkas luar biasa. Karena menjadi yang pertama di Jawa Barat. Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar kota atau bahkan ke negara lain,” kata Bima Arya.

Sementara itu, fasilitas produksi radiofarmaka yang juga menjadi bagian integral dari proyek ini akan menjadi langkah signifikan dalam mendukung diagnosa dan pengobatan penyakit kanker dengan teknologi nuklir. Radiofarmaka merupakan bahan penting dalam prosedur pencitraan medis dan terapi yang memanfaatkan radiasi.

Ridwan Suryalaksana selaku Direktur Kardia Farma Solusindo, menyatakan, saat ini pelayanan pengobatan kanker Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga. Hal ini dapat dilihat dari belum adanya fasilitas produksi FDG/Cyclotron dalam skala Industri, dibandingkan dengan Malaysia terdapat 17 PET/CT dengan 3 Cyclotron skala industri, Vietnam terdapat 5 PET/CT dengan 4 Unit Cyclotron skala industri Kemudian Filipina 8 PET/CT dengan 3 Unit Cyclotron skala Industri.

Sedangkan di Indonesia dengan jumlah penduduk kurang lebih 270 juta jiwa hanya memiliki 5 PET/CT dengan 3 Cyclotron yang masih terbatas untuk konsumsi internal masing-masing Rumah Sakit. Cyclotron yang berkapasitas besar dari IBA yang dapat menghasilkan 30 Ci F-18/Produksi setelah melalui proses sintesis dapat diperoleh sekitar 22,5 Ci FDG/produksi, dalam satu hari fasilitas ini dapat memproduksi sampai 2-3 kali cycle, hingga dalam satu hari fasilitas ini dapat menghasilkan hingga 67.5 Ci. PT KFS dapat mendistribusikan FDG kepada 20 rumah sakit

“Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” tuturnya.

Walikota Jakarta Utara, Dr. Ali Maulana Hakim, S.IP, M.Si yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan dukungan hadirnya fasilitas produksi radiofarmaka.

Baca Juga : Kiki Fatmala Meninggal Dunia, Sebelumnya Berjuang Melawan Kanker

RS Bogor Heart and Cancer Center dan fasilitas produksi radiofarmaka diharapkan akan mulai beroperasi di tahun 2025 dan diharapkan mampu mendukung terbentuknya penguatan medical tourism dan membawa dampak positif bagi pelayanan kesehatan Kanker di Indonesia, khususnya di Jabodetabek dan sekitarnya. (ysp)

Editor : Yosep