25 radar bogor

Kemenkominfo Klaim Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

Budaya Literasi
Polresta Bogor Kota mengadakan kegiatan bakti sosial Polri Peduli Budaya Literasi, Distribusi Buku Sampai Pelosok Nusantara, pada Kamis (14/9/2023).

JAKARTA-RADAR BOGOR, Upaya meningkatkan tingkat literasi digital masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim terus Sebanyak 24.640.451 orang dikatakan telah mengikuti peningkatan literasi digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) sejak 2017.

Wamenkominfo Nezar Patria menyatakan, GNLD memperkuat kecakapan digital dasar masyarakat dalam mencegah penyebaran konten negatif, serta menciptakan ruang digital yang produktif. “Bersama dengan 142 mitra dari berbagai latar belakang seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, kegiatan literasi digital telah diikuti hingga 24.640.451 peserta di seluruh Indonesia hingga akhir 2023,” jelas Nezar dikutip dari keterangannya.

Melalui Program Literasi Digital, Kemenkominfo mendorong seluruh masyarakat untuk meningkatkan kecakapan pemanfaatan teknologi digital khususnya pada empat pilar literasi digital yang meliputi, digital skills, digital safety, digital culture, dan digital ethics.

“Keempat pilar tersebut disampaikan melalui berbagai modul dan kegiatan seminar, workshop serta pengajaran lain yang dilakukan oleh GNLD yang terbuka untuk umum,” lanjut Nezar.

Nezar juga menekankan literasi digital memiliki manfaat mulai dari peningkatan adopsi teknologi dalam layanan publik, kegiatan ekonomi, inklusi digital dan partisipasi demokrasi masyarakat, serta mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia, ekonomi.

“Namun, pekerjaan rumah kita masih cukup banyak. Di tahun 2022, tingkat literasi digital Indonesia masih berada di angka 3.54 dari 5.00 atau tingkat sedang,” jelasnya.

Menurut Nezar, upaya peningkatan literasi digital masih menghadapi beberapa tantangan seperti akses infrastruktur digital yang belum merata, arus informasi yang meningkat, kesadaran pentingnya literasi digital masi, hingga maraknya konten negatif serta hoaks makin marak.

Baca Juga: Enam Remaja Diamankan Polsek Citeureup, Ini Penyebabnya!

“Sepanjang tahun 2018 sampai 6 Januari 2024 Kementerian Kominfo telah melakukan pemutusan akses dan take down terhadap 4.506.749 konten negatif, serta khusus untuk hoaks, kami telah menerbitkan klarifikasi terhadap 928 isu hoaks pemilu dalam periode yang sama,” paparnya. (jpg/shindia-pkl)

editor: Yosep Awaludin