25 radar bogor

Kejam! Gempuran Rudal Tentara Israel Tewaskan Dua Jurnalis dari Kantor Berita Al Jazeraa

Ilustrasi. Tentara Israel

JAKARTA – RADAR BOGOR, Gempuran rudal tentara Zionis kini menghantam kawasan Al-Mawasi, wilayah yang seharusnya aman di arah barat daya. Serangan itu tidak hanya membuat warga sipil menjadi korbannya, bahkan, tiga jurnalis dari kantor berita Al-Jazeraa menjadi korban akibat serangan rudal tersebut.

Diketahui, tiga jurnalis bernama Hamzah Dahdouh (27), Mustafa (20), dan Hazem Rajab. Seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Senin (8/1), Hamzah Dahdouh adalah putra tertua dari Kepala Biro Al Jazeera di Gaza, Wael Dahdouh. Bersama Mustafa dan Hazem, ketiganya terkena serangan rudal Israel saat sedang berkendara di area tersebut.

Hamzah dan Mustafa meninggal dunia dalam serangan tersebut, sementara Hazem dilaporkan terluka sangat parah.

BACA JUGA : Gencatan Sejata di Jalur Gaza, Perang Palestina dan Israel Malah Terjadi di Bitung

Diberitakan jika Israel memang sengaja membidik para jurnalis muda tersebut usai ketiganya melakukan wawancara warga sipil yang kehilangan tempat tinggal karena pengeboman sebelumnya.

Wael yang kehilangan putra tertuanya, tampak pasrah namun tetap tenang. Menurutnya, pada akhirnya, ia juga menjadi salah satu orang yang mengucapkan selamat tinggal untuk keluarganya yang meninggal atas serangan ini.

“Hamzah adalah segalanya bagiku, anak tertua, dia adalah jiwa jiwaku… ini adalah air mata perpisahan dan kehilangan, air mata kemanusiaan,” kata Wael.

Meski begitu, Wael tak lantas kehilangan semangatnya. Ia berjanji untuk tetap berjuang untuk Gaza sebagai seorang jurnalis dan memberitakan fakta ke hadapan dunia.

Sebelum ini, Wael dan keluarganya, termasuk Hamzah, sudah mendapatkan serangan yang menyasar kediaman mereka. Akibatnya, ibu Hamzah, Amna, saudara laki-lakinya, Mahmoud (15), saudara perempuannya, Sham (7), dan keponakannya, Adam (1), tewas seketika.

BACA JUGA : Israel dan Palestina Sepakati Gencatan Senjata, Berikut Rincian Perjanjiannya

Sementara saat ini, keluarga yang tersisa tinggal di kamp pengungsian Nuseirat. Namun itu tak membuat Hamzah, sebelumnya, berkecil hati atas perjuangannya. Hamzah dan ayahnya, sama-sama berkomitmen untuk berjuang.

Sayangnya, Hamzah justru menjadi target selanjutnya. Kantor berita Al Jazeera mengutuk keras serangan yang menewaskan jurnalisnya untuk yang kesekian kalinya.

“Pembunuhan Mustafa dan Hamzah … ketika mereka sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan tugas mereka di Jalur Gaza, menegaskan kembali perlunya mengambil tindakan hukum yang diperlukan segera terhadap pasukan pendudukan untuk melakukan hal tersebut. memastikan tidak ada impunitas,” demikian keterangan Al Jazeera. (JPG/Nadira-PKL)

Editor: Yosep