25 radar bogor

Jembatan Otista Sempat Tergenang, Komisi III DPRD Kota Bogor Kritisi Pemkot Bogor

Ilustrasi Jembatan Otista. Sofyansyah/Radar Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Komisi III DPRD Kota Bogor menyoroti peristiwa Jembatan Otista yang tergenang air dan merendam sejumlah kendaraan, belum lama ini.

Anggota Komisi III, Zaenul Mutaqin menilai bahwa banjir terjadi lantaran adanya perubahan elevasi jembatan, yang tak diimbangi drainase yang mumpuni.

“Ketika adanya elefasi, otomatis permukaannya lebih tinggi daripada jalan yang ada dan akhirnya air semua tumpah dan ngumpul disitu,” kata Zaenul Mutaqin kepada wartawan, Kamis (4/1/2024).

Atas dasar itu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memperlebar drainase sehingga dapat menampung aliran air.

Baca juga: Jembatan Otista Terendam Banjir Usai Diguyur Hujan Deras, Ini Kata Bima Arya

“Mungkin sebelum pengerjaan perencanaan itu kurang matang. Masalah pembuangan air itu tidak diperhitungkan,” ucap Zaenul Mutaqin.

Politisi PPP ini menegaskan, apabila perencanaan perhitungan buangan air akibat adanya elevasi jembatan matang, genangan air di Jembatan Otista tidak ada terjadi.

“Ini kan ketahuannya saat hujan besar,” ucap dia.

Selain itu, kata ZM, sapaan akrabnya, banjir lintasan yang kerap terjadi pada beberapa titik wilayah Kota Bogor diakibatkan lantaran buruknya drainase. Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Dadali, dan Kawasan Pandu Raya.

“Meluapnya air karena jaringan drainase itu kurang bagus. Kalau bagus air bisa tertampung tidak mungkin ada banjir. Contoh di Jalan Ahmad Yani itu kan ada pedesterian baru, tapi tidak diikuti dengan perbaikan drainase,” paparnya.

Baca juga: Jembatan Otista Diperlebar, Resmi Dibuka Presiden Jokowi

Lebih lanjut, kata ZM, DPRD mendorong Pemkot Bogor untuk fokus memperbaiki jaringan drainase, usai raperda drainase disahkan menjadi perda.

“Jadi setelah perda rampung. Pemkot diharuskan membuat grand desain untuk jaringan drainase se-Kota Bogor secara keseluruhan,” jelasnya.

Selama ini, kata ZM, Pemkot Bogor terkesan mengesampingkan perbaikan jaringan drainase. Padahal, akibat buruknya saluran air banjir kerap terjadi bahkan hingga memakan korban jiwa, seperti yang terjadi di Jalan Dadali beberapa waktu lalu.

“Kan itu masalahnya drainase, kalau daya tampungnya bagus. Nggak mungkin motor bisa sampai keseret luapan air,” tegasnya.

Penulis: Dede Supriadi
Editor: Rany Puspitasari