25 radar bogor

Marak Kasus Cacar Monyet dan Covid-19, Dedie Rachim Minta Dinkes Waspada

ILUSTRASI. Wujud virus penyebab cacar monyet. (CDC)

BOGOR-RADAR BOGOR, Temuan 2 kasus penyakit Monkey Pox (cacar monyet) dan kenaikan Covid-19 di sejumlah daerah, menimbulkan kekhawatiran di Kota Bogor.

Terlebih banyak masyarakat kota ini yang bekerja di wilayah lain, seperti Depok dan Jakarta.

Baca juga: 2 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Kota Bogor, Pasien Penyuka Sesama Jenis

Menyikapi kondisi ini, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim meminta perlu adanya penibgkatan kewaspadaan.

Dedie menyebut dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempersiapkan diri, menghadapi dua kasus masalah kesehatan itu.

“Cacar monyet kemarin ada 2 kasus. Saya koordinasi dengan Dinkes soal penanganannya yang harus disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ujarnya saat ditemui Radar Bogor, Kamis (7/12).

Dirinya juga meminta tata laksana penanganan kasus, penanganan, serta ketersediaan obat penyakit ini mesti tercukupi.

Ia juga mendorong kewaspadaan terhadap kasus Covid-19 yang belakangan meningkat di kota lain.

Dedie memohon masyarakat yang merasakan gejala penyakit Covid-19, dan cacar monyet, untuk tidak menyepelekannya dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (Faskes).

Hingga saat ini, Dedie menyatakan belum ada penambahan kasus pada penyakit cacar monyet dan Covid-19.

Baca juga: Varian Eris Memicu Lonjakan Kasus Covid-19 di Dunia, Ini Gejalanya

Senada dengan Dedie, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Bogor, Bai Kusnadi juga menyebut pihaknya belum menemukan adanya peningkatan pada kasus Covid-19.

“Di Kota Bogot masih 0 kasus,” ucapnya singkat. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari