25 radar bogor

Kembangkan Produk Kampung Perca, Dosen SV IPB University Beri Penyuluhan

Dosen Mengabdi
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan Dosen SV IPB di Kampung Perca, Kelurahan Singdangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu dari Tridarma Perguruan Tinggi, dilakukan Dosen Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampung Perca, Kelurahan Singdangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Baca Juga : Dosen Mengabdi Inovasi IPB, Pentingkan Komunikasi Efektif dan Sinergi Kesejahteraan

Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan dan Pemasaran Produk Kampung Perca Bogor” itu, dilakukan dosen SV IPB University yang terdiri dari, Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom.; Dr. Ir. Anita Ristianingrum, M.Si.; Dr. Hudi Santoso, S.Sos., MP.; Ir. Leni Lidya, MM dan Aulia Hidayati, S.E., M.Ak.

Kampung perca terbentuk saat pandemi tahun 2020 di tengah menurunnya tingkat perekonomian akibat covid. Dengan melihat kondisi yang ada, masyarakat bermusyawarah untuk menciptakan peluang usaha berdasarkan potensi yang ada yaitu memanfaatkan kain perca untuk membuat produk yang mempunyai nilai lebih tinggi.

Ide ini didukung oleh Ketua TP PKK Kelurahan Sindang Sari yang berpengalaman di bidang fashion dan didukung oleh Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian. Saat ini kampung perca sudah berbentuk koperasi dengan nomor AHU-0006766.AH.01.29 Tahun 2022.

Kampung Perca merupakan Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) bidang fashion wilayah di Bogor Timur, Kelurahan Sindang Sari yang memproduksi produk fashion dari kain perca.

Kampung perca terkenal dengan keberadaan industri kain perca yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar penduduknya. Produk-produk yang dihasilkan kampung perca diantaranya: tas, outer, blazer, topi, udeng, lap tangan, keset, celemek, bantal, cempal, gantungan kunci.

Keberadaan kampung perca dengan potensi yang ada ini menarik warga untuk berkunjung dan menjadikan kampung ini sebagai salah satu tujuan wisata. Pengrajin menjual produk dan menerima pesanan secara offline dan online, namun penjualan secara online belum maksimal.

Secara garis besar ada 4 permasalahan utama yang dihadapi yaitu: pertama kurangnya pengetahuan dan keterampilan terkait riset produk, strategi digital marketing, branding belum banyak didapatkan, kedua: adanya penurunan penjualan karena desain yang monoton dan belum semua pasar dapat diambil karena keterbasan pengetahuan dan keterampilan desain kekinian produk.

Permasalahan ketiga yaitu terkait hospitality, sikap warga sekitar ketika ada kunjungan/tamu baik dari warga Bogor maupun dari luar Bogor sehingga diperlukan pelatihan terkait service excellence.

Permasalahan keempat yaitu kurangnya pengetahuan keuangan pengrajin terkait pencatatan keuangan dan perhitungan harga pokok produksi sehingga kesulitan dalam menentukan biaya produksi, harga jual dan perencanaan laba.

Solusi atas permasalahan tersebut dilakukan melalui pengembangan dan peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, branding, pemasaran digital (digital marketing) untuk memperluas jangkauan penjualan, serta pelatihan hospitality dan keuangan.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan dengan target audience yang sudah dianalisis. Kegiatan ini berhubungan dan mendukung SDGs 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Tanggal 4 Desember 2023 dilakukan pelatihan Digital Marketing, Branding, dan Hospitality yang dihadiri oleh 30 peserta. Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom. selaku ketua kegiatan ini menyampaikan digital marketing dan teknologi-teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan.

Medha menyatakan bahwa riset kata kunci perlu dilakukan untuk menaikkan produk sehingga dikenal oleh Masyarakat. Selain itu beberapa channel pemasaran digital perlu dilakukan “perlakuan” sesuai karakteristiknya sehingga penjualan meningkat.

Kegiatan ini juga berhasil membuat e-commerce kampungperca.com sebagai platform untuk jual beli produk kampung perca, sebagai sarana promosi, dan menampilkan informasi seputar kampung perca. Pengisian konten di berbagai platform perlu disesuaikan sesuai kebutuhan.

Masyarakat Kampung Perca juga dilatih terkait “branding” baik branding kampung perca maupun produk kampung perca. Materi branding disampaikan oleh Ir. Leni Lidya, MM. Strategi branding juga dibahas pada materi ini.

Selanjutnya materi hospitality disampaikan oleh Dr. Hudi Santoso, S.Sos., MP.. Materi ini melatih pengelola dan masyarakat kampung perca bagaimana melakukan service excellent dan bagaimana meningkatkan pelayanan kepada pengunjung supaya kampung perca menjadi salah satu destinasi wisata yang mempunyai citra bagus di pasar lokal, nasional, bahkan dan internasional.

Hari kedua tanggal 6 Desember dilakukan pelatihan terkait Product Development, Strategi Pemasaran, serta Pencatatan dan Pelaporan Keuangan. Aulia Hidayati, S.E., M.Ak melatih pengelola kampung perca melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan serta menentukan Harga Pokok Produksi (HPP).

Dr. Ir. Anita Ristianingrum, M.Si. menyampaikan terkait strategi pemasaran supaya penjualan produk kampung perca meningkat, strategi itu mencakup STP 4P: segmentation, targeting, positioning, Product, Price, Place, Promotion.

Bacaca Juga : Tim Dosen Mengabdi Sekolah Vokasi IPB akan Latih Pokdarwis Kampung Wisata di Kota Bogor

Salah satu strategi untuk segmentasi memuat karakteristiks wilayah, jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepribadian. Kegiatan ini juga berkerja sama dengan desainer ternama Frida Nursanti. Frida Nursanti mempunyai brand Frid Aulia.

Frida Nursanti memberikan ide-ide desain untuk kampung perca. Selain itu Frida melatih pengelola untuk membuat ide pola setiap hari dan mengoordinasikan dengan tim sehingga tim kampung perca mempunyai database ide-ide pola yang nantinya dapat dibuat pola sesuai trend terkini dan diminati masyarakat. (*)

Editor : Yosep