25 radar bogor

Dosen IPB University Kembangkan Produk Perhutanan Sosial di Banyuwangi

IPB University bekerja sama dengan LMDH Sobowono Banyuwangi mengembangkan produk perhutanan sosial, dalam program dosen mengabdi inovasi, sejak November hingga akhir tahun.

BOGOR-RADAR BOGOR, IPB University bekerja sama dengan LMDH Sobowono Banyuwangi mengembangkan produk perhutanan sosial, dalam program dosen mengabdi inovasi, sejak November hingga akhir tahun.

Kegiatan ini berupa pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan produk perhutanan sosial, yang dilakukan oleh Medhanita Dewi Renanti, Soni Trison, dan Made Gayatri Anggarkasih.

Baca juga: Kembangkan Produk Kampung Perca, Dosen SV IPB University Beri Penyuluhan

“Perhutanan Sosial (PS) adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat, sebagai pelaku utama meningkatkan kesejahteraannya,” ungkap Ketua tim Kegiatan pengabdian dari IPB University Medhanita Dewi Renanti kepada wartawan.

Ia menambahkan, hasil evaluasi pelaksanaan program PS oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kehutanan (KLHK) sampai akhir tahun 2019 dengan berbagai tantangan dan permasalahan dan sarana prasarana yang ada.

“Maka target capaian luas program PS periode tahun 2020-2024 dalam Renstra KLHK seluas 4 juta hektar. Target 4 juta hektar ini jauh lebih rendah dari harapan Pemerintah untuk menyelesaikan total target akses kawasan hutan untuk masyarakat seluas 12,7 juta hektar,” jelasnya.

Kegiatan dosen mengabdi inovasi yang diselenggarakan oleh IPB itu, menghasilkan e-commerce yang dapat digunakan untuk memasarkan produk perhutanan sosial.

Baca juga: Tim Futsal Prodi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB Boyong Piala KLHK

“Jadi pemuda desa dilatih untuk mengelola e-commerce ini. Di samping itu channel-channel distribusi secara online juga dilatih dalam kegiatan ini,” beber dia.

“Pendampingan terus dilakukan supaya penjualan produk LMDH Sobowono meningkat, dan bisa banyak bekerja sama dengan industri serta bisa banyak didistribusikan secara nasional dan internasional untuk produk mentah dan siap makan,” pungkasnya. (Abi)

Penulis: Jaenal
Editor: Rany Puspitasari