25 radar bogor

Sikap Posesif Alung Jadi Alasan Orang Tua Wulan Ragu Atas Motif Pembunuhan

Ibu Wulan, korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di Ruko Semeru. Fatur/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Orang tua Fitria Wulandari (21) alias Wulan, korban pembunuhan yang jasadnya disimpan di Ruko kosong di bilangan Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, meragukan alasan Rahmat Agil (20) alias Alung menghabisi nyawa anaknya.

Kepada pihak kepolisian, Alung mengaku membekap hidung dan mulut Wulan, karena pacarnya itu menolak, dan berteriak ketika diputuskan olehnya.

Baca juga: Begini Pengakuan Teman Alung yang Diminta Membantu Memindahkan Jasad Wulan ke Ruko Kosong

Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso saat merilis kasus pembunuhan ini di Makopolresta Bogor Kota, Selasa (5/2).

Bismo mengatakan, pada hari Jumat (1/12) dini hari, Alung ingin memutuskan hubungan dengan korban. Tapi korban menolak, dan berteriak. Keduanya pun cekcok.

“Tersangka membekap mulut korban, menutup jalan nafas di hidung dan mulut selama 5 menit, kemudian menekan di bagian leher sehingga korban kehabisan nafas dan meninggal dunia,” tutur Bismo.

Keterangan Alung itu pun diragukan orang tua Wulan.

Ibu Wulan, Trisna Marliyani mengungkapkan, selama menjalin berpacaran dengan Alung, anaknya-lah yang justru selalu ingin mengakhiri hubungan itu.

Selama berpacaran, Wulan sangat dikekang oleh sikap posesif Alung.

Trisna mengatakan, anaknya tidak boleh berkomunikasi dengan teman laki-laki. Wulan bahkan tidak diperbolehkan menyimpan nomor kontak laki-laki selain Alung, dan Ayahnya.

“Ingin benar-benar udahan (putus) tapi susah. Karena setiap mereka putus, Alung akan mengincar laki-laki yang mendekati Wulan. Jadi dia takut kalau terus begitu,” ujar Trisna saat ditemui Radar Bogor di kediamannya, Rabu (6/12).

Alung bahkan sempat ditahan di Polsek Bogor Barat karena sikap posesifnya itu.

Sekira bulan Oktober 2023, ia menganiaya R, teman laki-laki Wulan yang mencoba mendekati Wulan, saat Wulan dan Alung putus.

Akibat perbuatannya, Alung ditahan dalam sel selama 28 hari.

“Selama Alung di dalam penjara, Wulan merasa aman dan nyaman karena tidak ada yang membuat dia risih. Dia juga bisa berkomunikasi dengan teman-teman cowonya. Makanya saat ditanya perasaannya gimana saat Alung keluar, dia jawab “enak ga enak” karena ingin kebebasan,” tutur Trisna.

Baca juga: Tersangka Kasus Pembunuhan FW Sudah Dianggap Keluarga, Hingga Sering Dibantu

Ia juga mengatakan sudah berulang kali mengingatkan anaknya, terkait kondisi hubungan itu.

Namun Wulan mengalami kebuntuan dengan ketakutannya terhadap Alung, yang akan mengincar laki-laki yang bakal menjadi pasangan barunya. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari