25 radar bogor

Deadline Proyek Revitalisasi SDN Otista Hampir Habis, Dedie Minta Pekerjaan Dipercepat

Deadline Proyek Revitalisasi SDN Otista Hampir Habis. Fatur/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Lambatnya pekerjaan proyek revitalisasi SDN Otista, membuat Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim gusar.

Dirinya mendorong pemborong segera menyelesaikan pekerjaannya, sebelum batas waktu proyek ini habis.

Hal itu diutarakan Dedie usai meninjau progres revitalisasi pada Kamis (7/12).

Baca juga: Proyek Jembatan Otista Berakhir Besok, Pekerjaan Badan Jalan Dikebut

Ia menyebut, saat ini proyek itu sudah 98 persen, namun sisa waktunya hanya tinggal 1 pekan lagi saja.

“Kami mendorong kepada pemborongagar mempercepat kinerjanya. Bisa melalui penambahan waktu atau tenaga kerja. Kami ingin Bulan januari sekolah ini sudah bisa full digunakan,” tegas Dedie.

Selain SDN Otista, Dedie menyebut ada 9 sekolah lain yang tengah direvitalisasi.

Seluruh proyek tersebut diharapkan selesai pada akhir tahun 2023 ini.

Hingga saat ini, capaian progres revitalisasi tersebut bervariasi.

Sejumlah proyek disebut Dedie sudah selesai, namun masih ada yang menyisakan 5-7 persen lagi dari target.

Dedie menerangkan alasan revitalisasi ini didominasi, karena kurangnya jumlah kelas di sekolah.

Selain itu, bangunan sekolah juga mesti direvitalisasi karena mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Ada juga yang seperti ini (SDN Otista) yang roboh selama dua tahun lalu. Lalu, kami proses melalui penggaran satu tahun dan tahun ini selesai,” tuturnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Sultodi Mahbub membeberkan, selain SDN Otista, sejumlah sekolah yang tengah direvitalisasi, antara lain SDN Katulampa 5, SDN Cibeureun 2, SDN Tegallega, SDN Pamoyanan 2, SDN Cibeureum 4, SDN Cimahpar 1 dan 2, serta SD di Cimanggu Kecil.

Ia mengungkapkan, sekolah-sekolah tersebut perlu direvitalisasi karena sudah berusia puluhan tahun.

“Memang kondisi sekolah SD menjadi prioritas untuk diperbaiki kerena mengingat umurnya rata rata di atas 30 tahun. Karena dibangun saat zaman Inpres,” jelas dia.

Sultodi menyebut, proyek revitalisasi sekolah ini mencapai Rp30 miliar.

Baca juga: Lusa, Tanggal Pembukaan Jembatan Otista Ditentukan

Ia menjelaskan, dalam revitalisasi ini pihaknya menggunakan konsep sekolah yang kekinian. Bahan dan material yang digunakan juga diklaim jenis terbaru. Misalnya lantai granit dan plafon PVC.

“Ini dilakukan untuk membuat bangunan lebih tahan lama dan meminimalisir anggaran pemeliharaan. Meskipun buru-buru kami juga tekankaan pemborong untuk tetap menjaga kualitas,” ujar dia. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari