25 radar bogor

Penurunan Stunting Kota Bogor Paling Tinggi di Jawa Barat

Pemkot Bogor menggelar Stunting Summit di Saung Dolken, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, pada Rabu (6/12).

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen dalam upaya menuntaskan dan menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Terbukti, dari total 2.363 yang terdata stunting pada Agustus 2023, saat ini tersisa 1.849 anak.

Adapun hal itu terungkap, saat Pemkot Bogor menggelar Stunting Summit di Saung Dolken, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, pada Rabu (6/12).

Baca juga: Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Bagikan Bantuan Nutrisi Tambahan Bagi Bayi

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, stunting Summit ini untuk menyampaikan kegiatan, dan strategi yang telah dilakukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kota yang bersinergi dengan stakeholders, dan mitra kerja lainnya untuk mewujudkan Kota Bogor Zero New Stunting.

“Ya (kegiatan) ini memberikan penghargaan kepada beberapa pihak, terutama di wilayah yang selama ini sudah bahu membahu dan bertekad menurunkan stunting di Kota Bogor,” kata Dedie A Rachim yang juga merupakan Ketua TPPS Kota Bogor.

Menurut dia, berdasarkan data yang dicapai, penurunan angka stunting di Kota Bogor sangat luar biasa.

Bahkan merupakan salah satu kota yang penurunanya angkanya paling tinggi di Jawa Barat.

“Angka stunting di Kota Bogor itu sebelumnya 2.363, saat ini tinggal tersisa 1.849, dan ini masih terus kita upayakan dalam satu dua bulan ke depan akan terjadi penurunan lagi yang lebih signifikan,” ucapnya.

“Alhamdulillah nantinya akan menjadi banchmark untuk bagaimana penurunan stunting untuk kota lain,” sambung Dedie A Rachim.

Dedie menjelaskan, indikator untuk menentukan apakah bayi masuk kategori stunting atau tidak, adalah dengan menimbang berat dan tinggi badan, yang biasanya dilakukan pada saat penimbangan.

Lebih lanjut, salah satu penanganya tentu dengan penambahan makanan bergizi, atau makanan gizi tambahan seperti telur, susu, vitamin yang disumbang dari berbagai donatur, termasuk Pemkot Bogor, yakni program Peduli Stunting Melalui Telur (Penting-Lur).

“Targetnya zero stunting dan ini tekad kita mencanangkan zero stunting, jangan ada stunting baru tujuannya untuk mendukung prevalensi target pemerintah pusat di angka14 persen pada 2024,” jelas Dedie A Rachim.

Atas hal itu, Dedie A Rachim meminta agar penanganan stunting dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan berbagai stakeholder.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor Annas Rasmana mengatakan, Stunting Summit ini momentum untuk menyerahkan laporan penanganan stunting, sekaligus memberikan penghargaan kepada aparat wilayah dalam hal ini camat, lurah, juga kepada komunitas seperti bunda stunting dan seluruh pihak yang membantu untuk menurunkan angka stunting.

“Stunting Summit ini untuk mengukur kinerja selama Agustus 2022 hingga Agustus 2023,” katanya.

Menurut dia, Pemkot Bogor saat ini terus mengejar capaian 15 persen atau 14 persen pada 2024 mendatang dari posisi saat ini 18,6 persen jumlah kasus suntunting di Kota Bogor.

“Karena memang ada beberapa strategi yang tidak bisa dilakukan oleh SKPD dan harus seluruh, salah satunya Penting-Lur, karena melibatkan seluruh PNS di Kota Bogor,” ucapnya.

Anas juga menambahkan dengan hasil keputusan tersebut, program Penting-Lur akan dimulai kembali pada Februari hingga Juli pada 2024.

“Untuk tahun ini sudah selesai November kemarin, dan keterlibatan swasta dalam membantu penanganan stunting juga banyak tercatat ada 68 perusahaan,” kata Annas Rasmana.

Di mana, lebih lanjut perusahaan swasta membantu bahan makanan seperti telur, susu, vitamin dan sebagainya.

Baca juga: Berbuat Nyata Atasi Stunting, Askonas Kota Bogor Lakukan Hal Ini di Tegal Lega

“Ada juga pencerahan gizi dari ahli gizi berupa edukasi, pola asuh, dan untuk resiko stunting seperti ibu hamil juga ada bantuan pencegahan resiko stanting,” tandas Annas Rasmana.

Adapun, untuk penghargaan kategori penurunan angka stunting tertinggi diraih oleh Kecamatan Tanah Sareal, Kategori Kolaboratif Terbaik diraih Kecamatan Bogor Barat, Kategori Responif Terbaik Kecamatan Bogor Timur, terakhir Kategori Inovatif Terbaik dirah Kecamatan Tanahsaral.(ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari