25 radar bogor

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Ruko Jalan Sumeru, Begini Kronologinya

Alun, Pelaku pembunuhan wanita di Ruko Semeru saat rilsi di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (5/12/2023). SOVYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Kasus pembunuhan terhadap FW (22) wanita yang ditemukan meninggal dunia di ruko Jalan Sumeru, Kecamatan Bogor Barat pada Sabtu (2/12/2023) malam akhirnya diungkap pihak kepolisian.

Baca Juga : Warga Temukan Mayat Gadis Muda di Ruko Semeru, Diduga Korban Penganiayaan Kekasihnya

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menjelaskan kasus pembunuhan ini bermula ketika Rahmat Agil alias Alung (20) bebas seusai menyelesaikan masa hukuman penjaranya di Polsek Bogor Barat. Alung saat itu dihukum penjara selama 28 hari akibat tindakan penganiayaan pada seorang pria karena memperebutkan FW.

Setelah 3 hari menghirup udara bebas, Alung bertemu dengan korban yang tengah bersama teman-temannya di salah satu kafe di Malabar pada Kamis (30/11/2023) malam. Korban kemudian pergi bersama Alung yang sudah berpacaran dengannya selama 11 bulan menuju Hotel Pondok Nirmala yang berlokasi di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal.

“Keduanya kemudian melakukan hubungan badan. Pada Jumat (1/12/2023) dini hari tersangka ingin memutuskan hunungan dengan korban. Tapi korban menolak dan berteriak. Tersangka membekap mulut korban, menutup jalan nafas di hidung dan mulut selama 5 menit, kemudian menekan di bagian leher sehingga korban kehabisan nafas dan meninggal dunia,” tutur Bismo di Makopolresta Bogor Kota, Selasa (5/12/2023).

Setelah itu, Alung merebahkan korban di tempat tidur lalu dirinya tidur bersama korban hingga pukul 04.00 WIB dini hari. Alung kemudian keluar hotel dan menemui temannya dan meminta tolong mengevakuasi korban.

Teman Alung kemudian diajak ke kamar bernomor 33 yang menjadi lokasi pembunuhan korban. Teman Alung terkejut melihat kondisi korban yang saat itu terlentang dan terdapat bercak darah. Kepada temannya, Alung mengaku korban meninggal karena kecelakaan.

Teman Alung menyuruhnya untuk memberi tahu konfisi itu pada keluarga korban atau membawa korban ke RS. Alung pun setuju dengan saran pertama.

“Tersangka bersama temannya kemudian berencana membawa korban menuju rumah orang tua. Korban dipakaikan jaket oleh teman Alung. Korban dibonceng menggunakan motor. Posisinya tersangka di depan, korban di tengah, dan teman tersangka di belakang,” terang Bismo.

Namun saat mereka tiba di depan gang rumah korban yang berlokasi di Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat Alung merasa takut lalu mengurungkan niatnya. Ia malah membawa korban ke Ruko di Jalan Sumeru di sekitar tempat Alung bekerja.

Rencananya mau dibawa ke rumah ortu korban. Tapi saat didepan gang. Tak takut dan mengurungkan miatnya akhirnya ke ruko Braja Mustika tempat tersangka bekerja. Korban diletakkan di meja yang berada di lantai 2 ruko kosong tersebut pada Jumat (1/12/2023) pukul 09.00 WIB pagi. Setelah itu teman Alung pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Pada pukul 14.00 WIB busa dan darah keluar daro hidung korban. Alung kemudian menyekanya dengan kaus kaki berwarna kuning yang ada di tas korban. Setelah itu Alung pergi meninggalkan korban.

Selanjutnya pada Sabtu (2/12/2023) pagi Alung kembali ke ruko tersebut untuk melihat kembali kondisi korban. Ia kemudian kembali menyeka darah dan busa yang keluar dari hidung korban.

“Pukul 12 siang Iwan Irawan, ayah korban yang berprofesi sama dengan tersangka yakni bekerja sebagai petugas parkir di sekitar ruko tersebut datang ke karena dimintai tolong oleh tersangka untuk membantunya mengatur parkiran. Saat itu tersangka bilang korban ada di rumah temannya karena sejak kemarin Iwan mencari keberadaan korban,” tutur Bismo.

Malam harinya pukul 21.00 Alung menyampaikan pada orang tuanya bahwa korban telah meninggal dunia. Ia berbohong dan menyebut korban meninggal akibat kecelakaan. Orang tua Alung akhirnya menyuruhnya menyampaikan kabar tersebut pada orang tua korban.

Alung kemudian menghubungi orang tua korban untuk datang ke ruko tempat ia menyimpan jasad korban dengan alasan ada barang yang tertinggal. Alung yang saat itu ditemani keluarganya kemudian bertemu dengan ayah korban. Dirinya meminta maaf sembari menangis ke orang tua korban.

Ia akhirnya menyampaikan bahwa anak korban sudah meninggal namun dirinya kembali menutupi penyebab korban meninggal dengan kebohongan yang sama.

“Setelah memeriksa kondisi korban, orang tua korban menghubungi pihak kepolisian. Lalu dilakukan pemeriksaan terhadap semua saksi. Pada minggu (3/12) pagi jam 6 tersangka Alung diamankan polusi dan ia pun mengakui telah melakukan pembunuhan,” ujar Bismo.

Polisi mengamankan sejumlah alat bukti kasus pembunuhan ini di antaranya pakaian serta hp milik korban dan pelaku, tas dab kaus kaki korban, rekaman CCTV di Pondok Nirmala, dan motor tersangka.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila menerangkan dalam cekcok yang terjadi, tersangka sempat mengigit hidung korban dan ditemukan adanya bekas cakaran serta bekapan pada wajah korban.

“Tersangka menyembunyikan bercak darah itu dengan dibungkus lalu dibuang dalam perjalanan menuju rumah korban. Sudah kami cek tapi belum ditemukan. Saat membawa korban berboncengan Alung sempat dicurigai oleh petugas keamanan Pondok Nirmala tapi dirinya menyebut korban saat itu kondisinya sedang mabok,” ucap Rizka.

Baca Juga : Pelaku Penganiayaan Gadis Muda yang Tewas di Ruko Semeru Ditangkap, Keduanya Sempat Cekcok

Rizka mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait komunikasi yang dilakukan Alung untuk menutupi perbuatannya. Dalam keterangan awalnya diketahui Alung selalu beralibi bahwa korban meninggal karena lompat dari motor.

“Awalnya pelaku berkelit tapi setelah mensinkronkan dengan keterangan saksi, tempat kejadian perkara, dan alat bukti kamu simpulkan alibi itu tidak benar,” tegas Rizka. (fat)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep