25 radar bogor

Tersangka Kasus Pembunuhan FW Sudah Dianggap Keluarga, Hingga Sering Dibantu

Alun, Pelaku pembunuhan wanita di Ruko Semeru saat rilsi di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (5/12/2023). SOVYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Ada fakta menarik dalam kasus pembunuhan FW, wanita muda yang ditemukan meninggal dunia di ruko daerah Semeru, Sabtu kemarin.

Kesedihan mendalam dirasakan Iwan Irawan, ayah Fitria Wulandari (22), wanita yang ditemukan meninggal dunia di Ruko yang berlokasi di Jalan Sumeru, Kecamatan Bogor Barat.

Bukan saja karena ditinggal pergi sang putri selama-lamanya. Melainkan juga karena aktor pada kasus pembunuhan tersebut, ialah Rahmat Agil alias Alung (20), pacar anaknya yang sudah dianggap sebagai keluarga olehnya.

Baca juga: Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Ruko Jalan Sumeru, Begini Kronologinya

Iwan bercerita, anaknya sudah mengenal Alung lebih dari setahun lamanya. Mereka berdua diketahui sudah berpacaran sekira 11 bulan. Iwan juga menyebut, Alung acap berkunjung ke rumahnya.

“Saya kenal dan anggap dia sebagai anak sendiri. Dia sering main ke rumah dan bahkan semenjak di Polsek Bogor Barat (saat Alung ditahan karena kasus penganiayaan) saya sempet 6 kali ke sana untuk ngasih makan, rokok, dan minum,” tutur dia di Makopolresta Bogor Kota, Selasa (5/12).

Seperti yang diketahui, Alung terbukti oleh Pihak Kepolisian membunuh Fitria saat cekcok di Hotel Pondok Nirmala yang berlokasi di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal.

Alung membekap mulut Fitria, menutup jalan nafas di hidung, dan mulut selama 5 menit, kemudian menekan di bagian leher sehingga korban kehabisan nafas, dan meninggal dunia.

Jasad Fitria kemudian diletakan Alung di sebuah Ruko kosong, yang berada di Jalan Sumeru, Kecamatan Bogor Barat.

Pihak Polresta Bogor Kota kemudian menjerat Alung dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Keputusan ini amat berat diterima Iwan.

Baca juga: Perkembangan Kasus Pembunuhan Noven, Polisi Kantongi 4 Nama Terduga Pelaku

Ia meminta kepolisian untuk menghukum Alung seberat-beratnya dan seadil adilnya.

“Saya keberatan karena ini menyangkut nyawa anak saya. Harapannya bisa dihukum seumur hidup,” tutur Iwan.

Iwan juga meminta itikad baik pihak keluarga Alung. Sebab menurutnya, selama ini tidak ada itikad baik yang ditunjukan mereka.

“Ini menyangkut nyawa orang, kok mereka biasa aja. Belom ada pertemuan, tidak ada komunikasi sampai sekarang,” ungkap dia. (Fat)

Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari