25 radar bogor

Ratusan Kendaraan Kembali Ikuti Uji Emisi, DLH Ungkap Langkah Ini Tekan Polusi Udara

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor kembali menggelar uji emisi kendaraan. Hal disebut sebagai upaya menekan polusi udara yang semakin meningkat. Fikri/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor kembali menggelar uji emisi kendaraan. Hal disebut sebagai upaya menekan polusi udara yang semakin meningkat.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang PPL KPI pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muhamad Haris.

Menurutnya, uji emisi ini sudah dilakukan kali keempat di Kota Bogor.

Baca juga: Pemkab Bogor Kembali Gelar Uji Emisi Gratis, Motor Juga Bisa Ikutan

Tujuannya, agar kualitas udara yang kotor akibat kenalpot motor bisa semakin membaik.

“Ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama KLH dan Provinsi. Jadi kita dari bulan Juni 2023, KLHK dengan DLH sejabodetabek melaksankan MoU terkait pengelolaan pencemaran udara,” ungkapnya di kegiatan Uji Emisi Kendaraan Kota Bogor di GOR Pajajaran pada Selasa (5/12).

Pendaftaran uji emisi ini sudah dibuka sebelumnya lewat online. Masyarakat yang ingin menguji kendaraannya, melakukan pendaftaran google form dan dibatasi sebanyak 200 kendaraan, baik mobil maupun motor.

Kedepannya, kata dia, uji emisi itu masih akan dilakukan lagi di akhir tahun 2023 ini.

Haris berharap agar pengelolaan lingkungan khususnya polusi bisa menjadi lebih sehat dengan adanya uji emisi rutin ini.

“Sudah ada 100 kendaraan tadi yang datang sejam sebelum uji emisi ditutup. Tapi kami tidak batasi bagia yang mau datang langsung bisa tetap di uji,” katanya.

Salah satu peserta uji emisi, Rony mengatakan, dia melakukan uji emisi untuk mengecek kinerja mesin motornya. Ia mengaku senang karena bisa lolos uji emisi, sebab bisa berkendara tanpa takut membawa polusi berlebih.

“Saya taunya ini dari media sosial dan saya cinta lingkungan jadi mau coba uji untuk motor saya,” terangnya.

Uji emisi kendaraan sendiri adalah cara mengecek kinerja mesin kendaraan, yang bertujuan mengetahui layak atau tidaknya kadar buangan mesin yang akan memengaruhi tingkat polusi udara.

Adapun syarat lulus uji emisi yaitu motor di atas tahun produksi 2010, baik motor 2-tak maupun 4-tak, CO (karbon monoksida) yang boleh keluar maksimal 4,5 persen dan HC (hidrokarbon) maksimal 2.000 ppm.

Baca juga: 17 Mobil Tak Lolos Uji Emisi, DLH Kota Bogor Sarankan Pengendara Begini

Lalu, motor 4-tak produksi di bawah 2010, CO maksimal 5,5 persen dan HC-nya lebih tinggi sekitar 2.400 ppm. Sedangkan untuk motor 2-tak produksi di bawah 2010 CO harus di bawah 4,5 persen dan HC maksimal 12.000 ppm.

Sementara itu mobil bensin produksi di bawah tahun 2007 harus memiliki kadar CO2 maksimal 30 persen dengan hidrokarbon 700 ppm.

Untuk mobil bensin produksi di atas tahun 2007 harus miliki kadar CO2 di bawah Rp 1,5 persen dengan hidrokarbon maksimal 200 ppm.

Serta mobil dengan bahan bakar diesel tahun produksi sebelum 2010 dengan bobot di bawah 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas atau timbal sebesar 50 persen.

Sementara untuk mobil diesel yang diproduksi setelah tahun 2010, dengan bobot kendaraan 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas 40 persen. (cr1)

Penulis: Fikri
Editor: Rany Puspitasari