25 radar bogor

Polres Bogor Ungkap Detik-Detik Tewasnya Siswa SMK di Ciampea

Polres Bogor
Rilis kasus pembacokan pelajar Ciampea di Mako Polres Bogor, Cibinong.

CIAMPEA – RADAR BOGOR, Kata penyelasan tidak membuat AF (18) terhindar dari dinginnya jeruji besi. Pelaku pembacokan siswa SMK Golden, di Jalan Pasar Ciampea hingga meninggal dunia itu kini menjadi tersangka di Polres Bogor.

Baca Juga : Innalillahi, Seorang Pelajar Tewas Misterius di Pasar Lama Ciampea

AF menjadi tersangka bersama dua orang teman lainnya yakni SG(18) dan DD (17) yang masih di bawah umur.

Wakapolres Bogor Kompol Fitra Juanda mengatakan, AF merupakan pelaku utama dari tewasnya MBS (16) pada Jum’at, (1/12/2023) lalu.

“Pelaku menganiaya korban dengan cara menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah leher korban ketika korban sedang pulang sekolah dan mengendarai sepeda motor hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya di Mako Polres Bogor, Cibinong.

Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah senjata tajam jenis celurit, dua unit sepeda motor, dan pakaian korban yang berlumuran darah.

“Motif tersangka bahwa tersangka merasa dendam kepada sekolah korban, karena mengetahui anak sekolah pelaku pernah dibacok yang dilakukan anak sekolah korban,” jelas Fitra.

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari dua hari sebelum tewasnya MBS.

Ketiga tersangka bersama kelompok dari sekolahnya yang berjumlah sekitar 20 orang merencanakan sweeping ke sekolah musuh mereka yakni SMK Pelita.

Sweeping dilakukan mereka dengan tujuan membalas dendam atas perbuatan yang disangkakan kepada SMK lawannya yang telah membacok salah satu teman tersangka.

“Setelah itu, pada saat adzan Jum’atan (1/12), mereka menggunakan 7 sepeda motor melakukan sweeping dan bertemu dengan korban, di mana para pelaku menduga bahwa korban ini adalah salah satu siswa sekolah yang akan disweeping oleh para pelaku sehingga terjadilah pengejaran terhadap korban,” tutur Teguh.

Korban pun yang bersama dua temannya panik melarikan diri menggunakan sepeda motor. Nahas, para tersangka mampu mengejar dan dengan cepat menebas celurit ke arah leher korban hingga meninggal dunia.

Baca Juga : Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Ciampea Ditangkap, Motifnya Asal Cari Lawan

“Untuk tersangka kami jerat dengan pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan di Jo dengan pasal 351 ayat 3 yaitu penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman 7 tahun,” tandasnya. (cok)

Reporter : Septi Nulawan Harahap
Editor : Yosep