25 radar bogor

Dosen SV IPB Pulang Kampung, Bantu Anggota Koperasi Mekar Sari Subang Perluas Pasar

Dosen Sekolah Vokasi IPB University memberikan pelatihan lanjutan dari peningkatan kelembagaan koperasi Mekar Sari di Desa Cinta Mekar, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang.

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebagai rangkaian dari kegiatan pengabdian masyarakat dosen pulang kampung tahun 2023, Dosen Sekolah Vokasi IPB University memberikan pelatihan lanjutan dari peningkatan kelembagaan koperasi Mekar Sari di Desa Cinta Mekar, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang.

Pelatihan ini berupa penguatan kelembagaan koperasi, strategi pemasaran produk, serta kemasan dan label pangan untuk meningkatkan nilai jual produk yang dilaksanakan pada bulan November 2023.

Baca juga: Mahasiswa IPB Unjuk Kreativitas dalam Re-Branding UMKM King Juice Farhan

Ketua Tim Pengabdian Dosen IPB University di Desa Cinta Mekar, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang, Ani Nuraeni, SPd., M.Pd mengatakan pelatihan kali ini merupakan pelatihan lanjutan dari kegiatan tahun lalu, diadakan pada tanggal 25-26 November 2023, diikuti oleh anggota dan pengurus Koperasi Mekarsari, Desa Cinta Mekar, Kabupaten Subang.

Peserta merupakan anggota dan pengurus Koperasi Mekarsari yang telah mengikuti pelatihan pembuatan produk berbahan baku tepung pisang nangka.

Pelatihan ini dibuka perwakilan dari Yayasan IBEKA (Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) dan dihadiri oleh ketua koperasi Mekar Sari yaitu Ibu Yuyun Yuningsih, di kantor Koperasi Mekar Sari.

“Kami merasa sangat beruntung dengan kegiatan lanjutan yang diadakan oleh tim dosen pulang kampung IPB University ini. Semoga setelah mengikuti kegiatatan pelatihan ini, Koperasi Mekar Sari, bisa membuat unit usaha lain sebagai penguatan kelembagaan koperasi, serta memasarkan produknya dengan lebih baik,” kata Arlunanda, pendamping Koperasi Mekar Sari dari Yayasan IBEKA.

Lebih lanjut dijelaskan oleh ketua tim Ani Nuraeni, SPd., M.Pd, rangkaian kegiatan yang sudah dimulai dengan melakukan pembuatan produk snack bar dan banana-flo cookies dengan bahan dasar masih dari tepung pisang tahun lalu, dilanjutkan dengan pelatihan penguatan kelembagaan koperasi, strategi pemasaran dan branding produk, serta kemasan dan label pangan untuk meningkatkan nilai jual produk.

Kegiatan pelatihan ini diberikan agar peserta memiliki motivasi dalam menguatkan kelembagaan koperasi untuk meningkatkan pemasaran produk, melalui branding produk serta perbaikan kemasan dan label sehingga produknya memiliki nilai jual, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.

Sementara itu menurut Dr. Veralianta br Sebayang, SP., M.Si, Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University;

“Program pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk memotivasi para anggota koperasi untuk ikut menguatkan kelembagaan koperasi, sebagai wadah yang bisa membantu para anggota dalam melakukan kegiatan ekonominya, yang dapat mendorong meningkatkan perekonomian mereka,” pungkasnya.

Keberhasilan dan kesinambungan suatu bisnis sebagai daya tariknya adalah adanya keuntungan yang didapat dari perbaikan kemasan, branding produk serta pemasaran produk.

“Menggunakan kemasan yang tepat akan membuat produk memiliki daya tahan yang baik sampai ke tangan konsumen”, ujar Dr Dwi Yuni Hastati, STP., DEA, yang memaparkan tentang pentingnya kemasan serta labeling bagi produk makanan.

“Selain kemasan, branding produk juga menjadi hal yang harus diperhatikan, dan sangat penting dilakukan untuk membangun citra serta memperoleh kepercayaan masyarakat,” lanjut Faranita Ratih L, SH., MH.

Baca juga: Analisis Komunikasi Digital, IPB Goes To Kelurahan

“Strategi pemasaran yang tepat juga dapat memaksimalkan alokasi sumberdaya yang dimiliki oleh koperasi untuk meningkatkan daya jual produk yang memiliki nilai jual,” ujar Ir. Wien Kuntari, M.Si selaku narasumber pemasaran yang juga sebagai Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University.

Kegiatan pelatihan itu diikuti secara antusias oleh para peserta. Salah satunya, Entin, sekretaris Koperasi Mekar Sari.

“Pelatihan ini sangat berguna bagi kami. Kami jadi mengerti strategi memasarkan produk, serta bagaimana kemasan dan branding sangat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk kami, karena akan lebih mudah diingat dan memiliki nilai jual dipasaran,” kata Entin.

Ketua Tim mengatakan, para peserta pelatihan tidak hanya diajak untuk mengembangkan koperasi, mereka juga diajarkan memilih strategi pemasaran yang tepat didukung dengan kemasan dan branding untuk meningkatkan nilai jual produk.

“Dengan cara demikian, diharapkan koperasi kelak bisa memiliki unit usaha baru yang bisa menjadikan koperasi Mekar Sari menjadi salah satu kelembagaan usaha yang sukses,” ujar Ketua Tim menutup keterangannya. (*/adv)